408 Unit Huntap Komunal Dibangun di Bireuen untuk Penyintas Bencana, 36 Unit Sudah Dihuni

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 18:32:58 WIB
unit huntap komunal di Bireuen telah dihuni oleh penyintas bencana dari total 408 unit yang dibangun.

BIREUEN — Pembangunan huntap komunal ini tidak hanya berlangsung di satu titik. Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Ir Marwan, menyebutkan bahwa proyek tersebut tersebar di sejumlah kecamatan terdampak dan dikerjakan oleh pihak ketiga yang menjadi mitra BNPB serta lembaga donor.

Dua Lokasi Prioritas Huntap Komunal

Dari total 408 unit yang direncanakan, sebanyak 45 unit huntap komunal dibangun di Gampong Alue Kuta, Kecamatan Jangka. Sementara itu, 31 unit lainnya berlokasi di Dusun Bivak, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli.

Marwan menjelaskan bahwa pembangunan di kedua lokasi tersebut merupakan kategori huntap komunal. Artinya, hunian dibangun secara terpusat di satu kawasan untuk memudahkan koordinasi dan penyediaan fasilitas umum bagi para penyintas.

Sudah Ada yang Dihuni, Sisanya Masuk Tahap Verifikasi

Sebanyak 36 unit huntap yang telah rampung kini sudah mulai ditempati oleh penerima manfaat. Proses penghunian dilakukan setelah melalui verifikasi tahap pertama terhadap rumah warga yang terdampak bencana.

"Seluruh pembangunan huntap yang sedang berlangsung maupun yang telah rampung merupakan bagian dari hasil verifikasi tahap I terhadap rumah warga yang terdampak bencana," kata Marwan dalam keterangannya, Minggu (12/7/2026).

Anggaran dari BNPB dan Lembaga Donor

Dana pembangunan huntap ini bersumber dari BNPB. Selain itu, sejumlah lembaga donor turut mendukung program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Bireuen.

Peletakan batu pertama dilakukan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Bireuen, Ir Fadli Abdullah, bersama Kepala Pelaksana BPBD Bireuen, Ir Marwan, serta para undangan lainnya. Prosesi itu menandai dimulainya konstruksi setelah beberapa bulan pascabencana.

Apa Dampaknya bagi Warga?

Pembangunan huntap ini menjadi angin segar bagi warga yang selama ini tinggal di tempat pengungsian atau hunian sementara. Dengan adanya hunian tetap, mereka diharapkan bisa memulai kembali kehidupan normal secara lebih layak dan permanen.

Pemerintah daerah juga akan terus memantau progres pembangunan agar tidak molor dari jadwal. Verifikasi tahap kedua masih dimungkinkan jika masih ada warga terdampak yang belum tercakup dalam program saat ini.

Reporter: Sutomo
Sumber: rahasiaumum.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top