BANDA ACEH — Langkah ini merupakan realisasi investasi di sektor konstruksi sekaligus upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh. Direktur PT PEMA, Mawardi Nur, menyatakan kawasan industri tersebut disiapkan sebagai pusat pertumbuhan industri baru yang produktif, modern, dan kompetitif.
Pabrik baja ringan ini dibangun di atas lahan seluas lima hektare di KIA Ladong. Kapasitas produksi mencapai 2.000 ton per bulan, yang difokuskan untuk memenuhi permintaan pasar Aceh dan wilayah sekitarnya.
Pembangunan pabrik dikerjakan melalui kerja sama PT PEMA dengan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group melalui PT Aceh Global Steel. Selain membangun fasilitas produksi, kerja sama ini diharapkan mendorong transfer teknologi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia lokal.
Mawardi menyebut pembangunan pabrik baja ringan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengembangkan industri konstruksi di Aceh. "Pabrik ini sebagai fondasi industri konstruksi Aceh untuk memenuhi kebutuhan daerah, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar Aceh, sekaligus menarik investasi lanjutan ke Aceh," ujarnya di Banda Aceh, Rabu.
Ke depan, kawasan ini direncanakan berkembang menjadi empat klaster pabrik baja ringan yang saling terintegrasi. Hal itu diyakini mampu memperkuat rantai pasok material konstruksi nasional.
Selain mendorong pertumbuhan industri, proyek ini diproyeksi memberikan dampak ekonomi luas. Mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha pendukung, hingga meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.
PT PEMA berkomitmen membuka peluang kolaborasi dengan investor, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan mitra strategis lainnya. "Setiap investasi yang dihadirkan harus benar-benar mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh. Industri ini membuka lapangan kerja baru bagi putra-putri Aceh, menggerakkan pelaku usaha dan jasa pendukung, serta menciptakan multiplier effect yang berkelanjutan bagi perekonomian daerah," tegas Mawardi.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan industri ini menjadi komitmen PT PEMA sebagai Badan Usaha Milik Aceh dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.