BIREUEN — Angka stunting di Kabupaten Bireuen masih jauh dari target nasional. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024, prevalensinya mencapai 27,1 persen. Angka ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk bergerak lebih cepat dan terpadu.
Rapat Koordinasi dan Konsolidasi Penguatan Tim Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) Kabupaten Bireuen digelar di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen. Acara dibuka langsung oleh Wakil Bupati Razuardi yang juga menjabat Ketua TP3S.
“Target kita jelas, menurunkan prevalensi stunting sesuai target nasional dan RPJM. Kita optimistis bisa mencapainya karena kita bekerja bersama,” kata Razuardi dalam arahannya.
Selain mengevaluasi program, forum ini juga menetapkan desa yang akan diusulkan mengikuti Penilaian Desa Berkinerja Baik dalam Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026. Desa yang terpilih diharapkan memiliki praktik terbaik, inovatif, dan komitmen kuat dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen, Dailami, S.Hut., M.Ling, mengatakan rapat ini bertujuan memperkuat sinergi seluruh anggota TP3S, mengevaluasi capaian program, dan mengidentifikasi kendala di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
“Melalui rapat ini kami berharap terbangun komitmen bersama, tersusun langkah tindak lanjut yang lebih efektif, serta ditetapkan desa yang layak diusulkan sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Bireuen di tingkat nasional,” ujar Dailami.
Razuardi menekankan, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan mutlak diperlukan, mulai dari perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan gampong, tenaga kesehatan, kader posyandu, PKK, pendamping desa, akademisi, hingga dunia usaha dan masyarakat.
Sejumlah program terus dijalankan sebagai bentuk komitmen Pemkab Bireuen. Di antaranya peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak, pendampingan keluarga berisiko stunting, pemberian makanan tambahan, penguatan layanan posyandu, perbaikan sanitasi dan akses air minum layak, serta edukasi pola asuh dan pemenuhan gizi keluarga.
Rapat koordinasi tersebut diikuti 56 peserta. Mereka terdiri dari Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), camat se-Kabupaten Bireuen, Ketua TP-PKK Kabupaten Bireuen, akademisi, Koordinator P3MD, serta Tim Sekretariat TP3S.
Dengan penguatan tim dan penetapan desa binaan, Pemkab Bireuen berharap angka stunting bisa ditekan signifikan dalam waktu dekat. Targetnya, tidak hanya mengejar angka nasional, tetapi juga memastikan generasi mendatang tumbuh sehat dan cerdas.