ACEH — Desa Bulok di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, bakal menjadi lokasi pembangunan pariwisata berbasis masyarakat dalam waktu dekat. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar, terutama Pantai Teluk Nipah, untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga memberdayakan ekonomi warga setempat.
Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor antara PTPN III (Persero), PTPN I (Persero) sebagai subholding PTPN Group, serta PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero/InJourney), PT Angkasa Pura Indonesia, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC).
Selama empat hari pelaksanaan, mulai 16 hingga 19 Agustus 2026, sebanyak 12 kegiatan akan dijalankan dan terbagi dalam tiga klaster utama. Pertama, Klaster Kelestarian Lingkungan dan Infrastruktur yang menyasar pengelolaan lingkungan dan perbaikan fasilitas penunjang wisata.
Kedua, Klaster Pemberdayaan Ekonomi yang difokuskan pada penguatan kapasitas UMKM lokal. Ketiga, Klaster Sosial, Kesehatan, serta Pendidikan untuk menjawab tantangan akses layanan dasar yang masih terbatas di desa tersebut.
Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna menegaskan bahwa program ini dirancang bukan sebagai agenda seremonial empat hari semata. Pihaknya bersama InJourney Group berkomitmen memastikan kolaborasi ini berlanjut setelah kegiatan usai.
"Tetapi menjadi awal dari kemitraan yang berkelanjutan bersama masyarakat Desa Bulok agar potensi yang dimiliki dapat berkembang dan memberikan manfaat ekonomi maupun sosial," ujar Denaldy, Jumat (14/8/2026).
Pemilihan Desa Bulok sendiri bukan tanpa alasan. Selain memiliki potensi wisata alam, desa ini masih menghadapi sejumlah tantangan seperti pengelolaan lingkungan, peningkatan layanan pariwisata, serta keterbatasan akses pendidikan.
Kolaborasi ini merupakan bagian dari gerakan nasional Relawan Bakti BUMN yang berlangsung di 11 titik lokasi di Indonesia. Di Lampung Selatan, sinergi antara PTPN Group dan InJourney Group diarahkan untuk mendukung pengembangan Desa Bulok sebagai desa wisata yang berdaya, lestari, dan berkelanjutan.
Kehadiran PT Angkasa Pura Indonesia dan ITDC dalam program ini memperkuat aspek pengelolaan destinasi dan infrastruktur pendukung pariwisata. Sementara PTPN Group membawa pengalaman dalam pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan operasional perusahaan.
Dengan pendekatan yang menyentuh aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial sekaligus, program ini diharapkan menjadi model kolaborasi BUMN dalam mengembangkan potensi desa wisata di daerah.