BANDA ACEH — Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Aceh Besar, Cucu Kusmayancu, menyatakan pantauan citra satelit hanya mendeteksi tiga titik panas berkategori sedang di Aceh, tepatnya di kawasan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Potensi kebakaran lokal dinilai berskala kecil sehingga belum terdeteksi satelit sebagai titik panas berkategori tinggi.
"Secara garis besar ini asap kiriman," ungkap Cucu, dikutip dari Antara.
Kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2,5 di wilayah Aceh secara umum masih bertahan pada kategori baik hingga sedang. Meski begitu, sebaran kabut asap mulai mengganggu jarak pandang di sejumlah bandar udara.
BMKG mencatat visibility di lima bandara merosot jauh dari batas normal di atas 10 kilometer. Berikut rinciannya:
Penurunan jarak pandang itu berpotensi mengganggu jadwal penerbangan di sejumlah rute. Operator bandara diminta memantau perkembangan cuaca secara berkala.
BMKG meminta warga membatasi aktivitas di luar ruangan serta mengenakan masker pelindung yang memadai saat bepergian. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, dan Polri juga didorong memperkuat koordinasi penanganan lapangan.
Pemantauan dinamika cuaca diminta terus dilakukan mengingat sebaran asap bisa berubah mengikuti arah angin.
Secara nasional, sebaran asap karhutla masih mengepung mayoritas kawasan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah hingga selatan, Maluku, hingga Papua. Asap bahkan dilaporkan melintas ke Semenanjung Malaysia dan Singapura.
Tingkat polusi udara paling parah berada di Kalimantan Tengah. Konsentrasi PM2,5 di Pangkalan Bun sempat menyentuh 374,8 mikrogram per meter kubik dan Palangka Raya mencapai 342,8 mikrogram per meter kubik, yang menempatkan keduanya dalam kategori berbahaya.
BMKG merekam 478 titik panas berkepercayaan tinggi. Konsentrasi terbanyak berada di Sumatera Selatan sebanyak 189 titik.
Titik panas di Kalimantan Tengah mengalami penurunan dari 485 titik menjadi 26 titik. Sebaran asap tipis yang sempat mengarah ke Jabodetabek dilaporkan mulai menjauh tanpa memengaruhi mutu udara permukaan.