BANDUNG — Persib Bandung resmi menyegel gelar juara Super League 2025/26. Kepastian itu diraih meski hanya bermain imbang 0-0 melawan Persijap. Skema perhitungan klasemen mengunggulkan Maung Bandung atas Borneo FC, pesaing terdekat di puncak.
Hasil seri di laga tersebut cukup mengamankan posisi puncak. Faktor penentu bukan selisih gol, melainkan rekor head-to-head yang lebih baik milik Persib atas Borneo FC sepanjang musim.
Mengapa Imbang Tanpa Gol Sudah Cukup?
Super League menerapkan aturan head-to-head sebagai kriteria pertama jika dua tim memiliki poin identik di akhir kompetisi. Sepanjang musim 2025/26, Persib unggul dalam pertemuan langsung melawan Borneo FC.
Laga kontra Persijap yang berakhir tanpa gol tetap membawa pulang poin yang dibutuhkan. Tim asuhan pelatih Persib tidak perlu memaksakan kemenangan besar untuk memastikan gelar.
Apa Arti Gelar Ini bagi Persib?
Gelar ini menambah deretan panjang prestasi Persib di kancah sepak bola nasional. Bobotoh, suporter setia, akhirnya bisa merayakan setelah musim kompetisi berjalan ketat hingga laga-laga akhir.
Konsistensi sepanjang musim menjadi kunci bagi skuad. Bukan sekadar kemenangan besar, tetapi kemampuan mengamankan poin di laga-laga krusial seperti melawan Persijap.
Keberhasilan ini juga menjadi bukti efektivitas strategi tim dalam membaca aturan kompetisi. Fokus pada rekor head-to-head sejak awal musim terbukti membuahkan hasil maksimal.
Bagaimana Respons Pendukung?
Bobotoh langsung merayakan di sekitar stadion usai pertandingan usai. Euforia terasa di berbagai sudut kota Bandung, menandakan betapa dinantinya gelar ini.
Manajemen Persib dikabarkan akan menggelar seremoni sederhana dalam waktu dekat. Detail acara masih disiapkan, termasuk rencana konvoi atau open bus jika situasi memungkinkan.
Gelar Super League 2025/26 ini menjadi yang terbaru bagi Persib setelah beberapa musim terakhir bersaing ketat di papan atas. Kini, fokus tim akan beralih ke persiapan musim depan dan kemungkinan memperkuat skuad.