Pencarian

Konflik Gajah-Manusia di Bener Meriah Mereda, 18 Ekor Gajah Liar Berhasil Digiring dari Permukiman

Minggu, 24 Mei 2026 • 12:41:35 WIB
Konflik Gajah-Manusia di Bener Meriah Mereda, 18 Ekor Gajah Liar Berhasil Digiring dari Permukiman
Tim gabungan berhasil menggiring 18 ekor gajah liar dari permukiman Dusun Jalung ke kawasan hutan.

BENER MERIAH — Kawanan gajah liar yang selama lebih dari tiga bulan membuat warga di Kampung Blang Rakal hidup dalam ketakutan akhirnya bisa diatasi. Tim gabungan berhasil menggiring 18 ekor gajah yang kerap merusak rumah, lahan pertanian, dan melintasi jalan nasional di Dusun Jalung, Kecamatan Pintu Rime Gayo, kembali ke kawasan hutan.

Penggiringan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel Polsek Pintu Rime Gayo, Koramil 04 PRG, dan tim CRU bentukan pemerintah daerah. Fokus utama operasi ini adalah membersihkan area permukiman dan lintasan jalan nasional yang selama ini menjadi jalur lintasan rutin kawanan gajah.

Kerugian Warga dan Trauma Anak-Anak

Dampak konflik ini terbilang parah. Selain rumah-rumah warga yang rusak akibat amukan gajah, aktivitas sehari-hari masyarakat lumpuh total. Warga, terutama anak-anak, dilaporkan takut berangkat ke sekolah karena kawanan gajah kerap melintasi akses jalan menuju Dusun Jalung.

Mobilitas warga di pagi dan malam hari juga terhambat. Jalan nasional yang menjadi urat nadi ekonomi warga seringkali tidak bisa dilalui karena gajah berkeliaran di badan jalan.

Tokoh Masyarakat Desak Solusi Permanen

Isbah Mulki, tokoh masyarakat setempat, menegaskan bahwa penggiringan ini hanya solusi sementara. Menurutnya, konflik serupa juga terjadi di kampung lain seperti Negeri Antara dan Pancar Jelobok yang selama ini menjadi zona merah konflik manusia dan gajah.

“Sudah banyak korban, baik dari manusia maupun kematian gajah itu sendiri. Kerugian materil juga sangat besar, mulai dari kebun, rumah hingga mata pencaharian warga,” ujar Isbah.

Ia menagih janji pemerintah soal rencana relokasi gajah ke kawasan khusus yang sempat disampaikan sebelumnya. “Kami menunggu realisasi janji pemerintah untuk solusi permanen. Habitat asli satwa ini sudah semakin hilang,” tegasnya.

Imbauan untuk Pengguna Jalan

Meski situasi mulai terkendali, masyarakat dan pengguna jalan yang melintasi wilayah Pintu Rime Gayo tetap diminta waspada, terutama pada malam hari. Kawanan gajah masih berpotensi melintasi jalan raya dan kawasan permukiman jika habitat aslinya terus tergerus.

Bagikan
Sumber: satupena.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks