Pencarian

Pascabanjir Aceh Tamiang, Ancaman ISPA dan Diare Mengintai Ribuan Warga, 41 Fasilitas Kesehatan Rusak

Minggu, 24 Mei 2026 • 12:52:01 WIB
Pascabanjir Aceh Tamiang, Ancaman ISPA dan Diare Mengintai Ribuan Warga, 41 Fasilitas Kesehatan Rusak
Warga Aceh Tamiang menghadapi risiko ISPA dan diare pascabanjir akibat kontaminasi lingkungan.

BANDA ACEH — Lumpur sisa banjir yang mengering di permukiman dan pengungsian berubah menjadi partikel debu halus yang membawa bakteri, virus, dan jamur. Kondisi ini menjadi pemicu utama melonjaknya keluhan ISPA, diare, dan infeksi kulit di kalangan warga terdampak, terutama anak-anak dan lansia.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan RI, desa Sekumur menjadi salah satu titik dengan keluhan kesehatan paling tinggi. Debu dari lumpur kering mudah terbawa angin dan terhirup, menyebabkan peradangan saluran pernapasan. Sementara itu, sumber air minum warga—sumur dan jaringan air bersih—terkontaminasi material banjir, termasuk kotoran dan bakteri penyebab gangguan pencernaan.

Lima Puskesmas Lumpuh Total, 20 Ribu Warga Masih Mengungsi

Data sementara mencatat 288.311 jiwa atau 80.919 keluarga terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 20.537 warga masih bertahan di 52 titik pengungsian. Kepadatan penghuni posko dan keterbatasan fasilitas sanitasi seperti toilet dan tempat pembuangan sampah mempercepat penularan penyakit.

Di sektor kesehatan, kerusakan parah terjadi di enam puskesmas di Kecamatan Lokop, Serbajadi, Peunaron, Ranto Pereulak, Pante Bidari, dan Matang Pudeng. Puskesmas-puskesmas itu tidak dapat beroperasi sama sekali, memutus akses layanan medis dasar bagi ribuan warga di wilayah terdampak.

Fogging hingga Dapur Umum: Upaya Darurat yang Berjalan

Tim medis dari Polri dan instansi lain terus menjangkau daerah terdampak menggunakan perahu karet dan kendaraan khusus. Selain memberikan layanan kesehatan, petugas juga memberikan dukungan psikologis bagi warga yang trauma akibat bencana.

Beberapa langkah penanganan darurat yang sudah dilakukan antara lain mendirikan posko kesehatan 24 jam di lokasi pengungsian, menyalurkan air bersih siap konsumsi dan cairan disinfektan, serta melaksanakan fogging untuk mencegah demam berdarah pascabanjir. Dapur umum juga dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan pangan warga.

Warga Diimbau Pakai Masker dan Masak Air Minum

Masyarakat diminta tetap waspada terhadap gejala penyakit yang muncul. Menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan setelah menggunakan toilet menjadi langkah penting. Warga juga dianjurkan menggunakan masker saat beraktivitas di area berdebu, serta memasak air minum hingga mendidih.

Bagi warga yang mengalami gejala demam, batuk, atau diare, penanganan medis segera dianjurkan. Oralit atau larutan gula garam dapat membantu mencegah dehidrasi pada penderita diare sebelum memperoleh perawatan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks