ACEH — Berdasarkan data laman resmi Logam Mulia Antam, penurunan hari ini membalikkan kenaikan perdagangan Jumat (29/5) yang sempat menyentuh Rp 50.050 per gram. Meski turun, Antam tetap menyediakan sejumlah varian produk perak batangan. Ukuran 250 gram dibanderol Rp 12.962.500, sedangkan 500 gram seharga Rp 25.000.000. Antam juga menjual perak butiran murni dengan kadar 99,95 persen.
Harga Perak Dunia Tertekan Suku Bunga Tinggi
Di pasar global, harga perak ikut melemah. Mengutip data Trading Economics, harga perak dunia turun 0,46 persen ke level US$ 75,24 per ounce. Sepanjang pekan ini, harga sempat menyentuh posisi US$ 76 per ounce. Meskipun demikian, secara bulanan perak masih mencatatkan kenaikan lebih dari 3 persen.
Para analis menilai pergerakan harga perak saat ini sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga tinggi dalam jangka panjang. Data inflasi Amerika Serikat pada April menunjukkan kenaikan tercepat dalam tiga tahun. Hal ini memperkuat keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menahan suku bunga hingga tahun 2027. Suku bunga tinggi membuat logam mulia seperti perak dan emas kurang menarik karena tidak memberikan imbal hasil.
UBS baru-baru ini memperingatkan bahwa negosiasi gencatan senjata AS-Iran masih belum final. Laporan menyebutkan perpanjangan sementara selama 60 hari tengah menunggu persetujuan Presiden Trump. Gangguan pada pengiriman dan infrastruktur energi dapat menjaga harga minyak tetap tinggi, sehingga mempertahankan sikap hati-hati The Fed. Investor pun terus memantau perkembangan geopolitik dan data inflasi untuk menentukan arah harga logam mulia ke depan.