LHOKSEUMAWE — Kerusakan pada lantai segmental Jembatan Panton Labu di KM 328 Kabupaten Aceh Utara dipastikan bersifat lokal dan tidak berdampak pada fungsi utama jembatan. Kepala Pos Komando Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Dr. Safrizal ZA, menyatakan telah menerima laporan langsung dari Direktur Jenderal Bina Marga, Dr. Ir. Roy Rizali Anwar, S.T., M.T., mengenai kondisi terkini jembatan tersebut.
Kerusakan Terdeteksi di Area Expansion Joint
Berdasarkan laporan teknis yang diterima Safrizal pada Senin (22/6/2026), kerusakan terjadi pada bagian lantai jembatan akibat beton yang mengalami keropos di area expansion joint. Luasan area yang terdampak mencapai 0,7 meter x 2,7 meter.
“Saya menerima laporan dari Dirjen Bina Marga bahwa telah terjadi kerusakan lokal pada bagian lantai segmental jembatan akibat beton yang mengalami keropos di area expansion joint. Saat ini penanganan sudah dilakukan oleh tim teknis Bina Marga,” ujar Safrizal.
Metode Beton Fast Track untuk Perbaikan Cepat
Jembatan tipe RBA yang dibangun pada tahun 1992 itu memiliki panjang bentang 93 meter dan lebar 9,1 meter. Hasil asesmen awal tim teknis menunjukkan struktur utama jembatan masih dalam kondisi aman. Oleh karena itu, penanganan difokuskan pada perbaikan bagian yang rusak.
“Tim telah melakukan asesmen lapangan dan segera melaksanakan penanganan darurat menggunakan metode beton fast track agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat serta meminimalkan gangguan terhadap lalu lintas,” demikian laporan yang disampaikan Dirjen Bina Marga kepada Safrizal.
Jalur Vital Konektivitas dan Ekonomi Aceh Utara
Menurut Safrizal, Jembatan Panton Labu merupakan simpul transportasi penting yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian di kawasan pantai utara Aceh. Percepatan penanganan menjadi langkah yang sangat krusial agar fungsi jembatan tidak terganggu.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Bina Marga. Yang terpenting saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat serta menjaga agar aktivitas ekonomi dan distribusi barang tetap berjalan dengan baik,” kata Safrizal.
Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap proses perbaikan hingga pekerjaan selesai dan jembatan dapat beroperasi secara optimal. Masyarakat pengguna jalan diimbau untuk tetap mematuhi pengaturan lalu lintas yang diberlakukan selama proses penanganan berlangsung.