Pencarian

Wali Kota Banda Aceh Besuk 15 Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2 di RSUDZA, Minta SOP Keselamatan Dievaluasi

Sabtu, 27 Juni 2026 • 23:12:01 WIB
Wali Kota Banda Aceh Besuk 15 Korban Letupan KMP Aceh Hebat 2 di RSUDZA, Minta SOP Keselamatan Dievaluasi
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal mengunjungi RSUDZA untuk menjenguk korban letupan KMP Aceh Hebat 2.

BANDA ACEH — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mendatangi RSUDZA pada Jumat (12/6/2026) untuk memberikan dukungan moril kepada para korban letupan KMP Aceh Hebat 2. Dalam kunjungan itu, ia didampingi Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, beserta jajaran pejabat terkait.

14 Mahasiswa dan 1 ABK Alami Luka Bakar

Berdasarkan data yang dihimpun, seluruh korban mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh akibat letupan tabung tekanan hidrolik di ruang mesin kapal. Dari 15 korban, 14 di antaranya merupakan mahasiswa Poltekpel Malahayati dan satu lainnya adalah ABK kapal tersebut.

“Semoga seluruh korban lekas pulih dan bisa beraktivitas kembali,” ujar Illiza saat menyapa para korban di ruang perawatan.

Pemkot Minta Pelayanan Medis Maksimal dan Evaluasi SOP

Illiza menegaskan bahwa pihak RSUDZA harus memberikan pelayanan kesehatan secara optimal agar seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Ia juga menyampaikan rasa duka mendalam atas musibah tersebut kepada keluarga korban.

“Atas nama Pemerintah Kota Banda Aceh, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Kepada pihak keluarga, semoga senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan kesabaran,” katanya.

Di luar aspek medis, Illiza mendorong aparat berwenang untuk mengungkap penyebab pasti insiden secara menyeluruh. Ia menilai standar operasional prosedur (SOP) keselamatan pelayaran perlu dievaluasi dan diperkuat demi mencegah kejadian serupa terulang.

“Segala SOP juga perlu diperkuat demi mencegah kejadian serupa pada masa mendatang,” tegasnya.

Bersyukur Kapal Sedang Bersandar, Bukan di Tengah Laut

Wali Kota menyoroti faktor keberuntungan di balik musibah ini. Menurutnya, dampak bisa jauh lebih besar jika letupan terjadi saat kapal sedang berlayar di tengah laut, bukan saat bersandar di Pelabuhan Ulee Lheue.

“Untungnya musibah ini terjadi saat kapal bersandar di pelabuhan. Tentu situasinya akan jauh lebih berbahaya jika posisi kapal sedang berada di tengah laut,” ujarnya.

Tim Inafis Masih Selidiki Penyebab Pasti Ledakan

Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti letupan di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 — yang melayani rute Banda Aceh–Sabang — masih dalam proses penyelidikan oleh Tim Inafis Polresta Banda Aceh. Insiden terjadi sekitar pukul 12.00 WIB saat kapal tengah bersandar.

Bagikan
Sumber: acehnow.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks