Pencarian

TASPEN Buka Gerbang Ilmu ke 120 Mahasiswa Aktuaria ITS, Siapkan Kader Risiko Andal

Senin, 29 Juni 2026 • 19:30:31 WIB
TASPEN Buka Gerbang Ilmu ke 120 Mahasiswa Aktuaria ITS, Siapkan Kader Risiko Andal
Mahasiswa Aktuaria ITS mengikuti kunjungan edukatif di kantor pusat TASPEN, Jakarta.

ACEH — Sejak pagi, lobi kantor pusat TASPEN di Jakarta dipenuhi mahasiswa bersemangat. Mereka datang bukan sekadar tur keliling, melainkan untuk menyelami langsung seluk-beluk industri pengelolaan dana pensiun dan asuransi sosial. Para mahasiswa Departemen Aktuaria ITS itu diajak berdiskusi dengan para praktisi TASPEN yang setiap hari bergelut dengan perhitungan aktuaria dan manajemen risiko.

Mengapa Aktuaria Dibutuhkan di BUMN Dana Pensiun

Dalam sesi berbagi, tim aktuaria TASPEN memaparkan bagaimana peran mereka sangat krusial. Mulai dari menghitung kewajiban jangka panjang perusahaan, menentukan besaran iuran peserta, hingga memproyeksikan kesehatan keuangan dana pensiun puluhan tahun ke depan. "Kami butuh lulusan yang tidak hanya paham rumus, tapi juga bisa membaca data pasar dan risiko bisnis," ujar perwakilan TASPEN di hadapan para mahasiswa.

Para peserta juga diajak melihat langsung proses pengelolaan data nasabah dan simulasi perhitungan aktuaria. Bagi mahasiswa seperti Rizky, mahasiswa semester 6, pengalaman ini membuka wawasan baru. "Di kampus kami belajar teori distribusi risiko, di sini kami lihat bagaimana teori itu diterapkan untuk melindungi dana pensiun ribuan pegawai negeri," katanya.

Dampak Langsung ke Kualitas SDM Nasional

TASPEN menilai, kunjungan seperti ini bukan sekadar formalitas. Perusahaan ingin memastikan lulusan yang nantinya masuk ke dunia kerja sudah memiliki gambaran nyata tentang tantangan industri. "Kami tidak ingin mereka kaget saat bekerja. Dengan melihat langsung, mereka bisa mempersiapkan diri lebih awal," tambah perwakilan TASPEN.

Departemen Aktuaria ITS sendiri merupakan salah satu yang tertua di Indonesia. Setiap tahun, mereka meluluskan puluhan ahli aktuaria yang banyak diserap oleh perusahaan asuransi, dana pensiun, dan BUMN. Melalui kerja sama ini, TASPEN berharap bisa menjadi salah satu tujuan utama bagi para lulusan tersebut.

Langkah Selanjutnya: Riset dan Magang

Kegiatan ini tidak berhenti pada kunjungan saja. TASPEN dan ITS telah membahas kemungkinan kerja sama lebih lanjut, termasuk program magang dan riset bersama. Hal ini dinilai penting mengingat industri aktuaria di Indonesia masih kekurangan tenaga ahli. "Kami terbuka untuk kolaborasi riset, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan risiko dan investasi jangka panjang," pungkas perwakilan TASPEN.

Dengan adanya program ini, TASPEN tak hanya memperkuat citranya sebagai BUMN pengelola dana pensiun, tetapi juga ikut membangun ekosistem SDM yang lebih siap bersaing di era digital.

Bagikan
Sumber: ekonomi.republika.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks