BANDA ACEH — Stabilitas harga emas perhiasan di ibu kota Provinsi Aceh ini melanjutkan tren pergerakan yang cenderung bertahan. Sebelumnya, pada akhir Juni lalu, harga sempat menyentuh level terendah Rp7.530.000 per mayam, sebelum kembali merangkak naik ke posisi saat ini.
Harga Emas Antam Ikut Stabil di Level Nasional
Di tingkat nasional, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga tidak bergerak pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data resmi Logam Mulia Antam, harga emas Antam ukuran satu gram masih bertahan di level Rp2.670.000 per gram.
Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback juga tercatat stabil di angka Rp2.429.000 per gram. Angka ini menjadi acuan bagi masyarakat yang hendak menjual kembali emas mereka ke Antam.
Faktor Global Masih Jadi Penekan Harga Logam Mulia
Stabilnya harga emas perhiasan di Banda Aceh sejalan dengan pergerakan emas nasional yang belum menunjukkan perubahan signifikan. Pelaku pasar masih mencermati perkembangan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar dolar AS yang menjadi faktor utama memengaruhi harga logam mulia.
Berdasarkan pantauan di sejumlah toko emas di Banda Aceh, harga perhiasan belum berubah sejak akhir pekan lalu. Para pedagang masih menunggu sinyal dari pasar internasional sebelum melakukan penyesuaian harga.
Ongkos Pembuatan Mulai Rp200 Ribu per Mayam
Selain harga emas perhiasan, konsumen juga perlu memperhitungkan biaya tambahan untuk ongkos pembuatan. Tarifnya bervariasi mulai dari Rp200 ribu per mayam, tergantung model dan tingkat kerumitan desain perhiasan yang dipesan.
Harga emas perhiasan di Banda Aceh biasanya berbeda dengan harga emas batangan karena sudah termasuk biaya produksi dan margin pedagang. Stabilitas harga dalam empat hari terakhir ini memberikan sedikit ruang bagi calon pembeli untuk membandingkan harga sebelum memutuskan membeli.