ACEH TIMUR — Pemerintah Aceh memastikan rehabilitasi lahan sawah dan jaringan irigasi rampung tepat waktu agar petani tidak kehilangan musim tanam. Target utama, aktivitas tanam bisa dimulai pada Juli 2026. Hal ini ditegaskan Sekda Aceh M. Nasir saat meninjau lokasi pemulihan di Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur.
Progres Rehabilitasi Capai 78 Persen untuk Sawah Rusak Sedang
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia, melaporkan perkembangan pemulihan lahan. Untuk kategori rusak ringan seluas 6.304 hektare, progresnya sudah mencapai 40 persen. Sementara lahan rusak sedang seluas 2.281 hektare, pengerjaannya sudah rampung 78 persen.
Secara keseluruhan, pemulihan sawah rusak ringan dan sedang yang ditangani bersama Kementerian Pertanian, Pemerintah Aceh, serta pemerintah kabupaten/kota telah menjangkau 40.988 hektare.
Air Jadi Kendala Utama di 12 Desa, Sekda Minta BWS Turun Tangan
Di Aceh Timur, rehabilitasi lahan seluas sekitar 30 hektare di Kecamatan Simpang Ulim kini memasuki tahap olah tanah dan siap memasuki masa tanam. Namun, percepatan tanam masih terganjal ketersediaan pasokan air untuk sekitar 350 hektare sawah di 12 desa di Kecamatan Simpang Ulim dan Pantee Bidari.
Menanggapi hal itu, M. Nasir langsung memerintahkan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh untuk berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS). Hasil koordinasi mendapat respons positif; BWS siap melakukan langkah darurat mempercepat pemenuhan kebutuhan air bagi lahan petani.
16.283 Hektare Sawah Rusak Berat Masih Menunggu Penanganan
Selain mengejar target tanam Juli, Sekda Aceh meminta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh terus mencari solusi untuk sekitar 16.283 hektare sawah kategori rusak berat. Lahan-lahan tersebut hingga kini masih membutuhkan penanganan lebih lanjut.
"Rehabilitasi sawah harus diselesaikan tepat waktu agar petani tidak kehilangan musim tanam. Sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama pemulihan ekonomi masyarakat setelah bencana," tegas M. Nasir.
Irigasi di Darul Falah Juga Dikebut
Sebelum meninjau lokasi rehabilitasi sawah, M. Nasir bersama rombongan menyambangi jaringan irigasi di depan Kantor Camat Darul Falah. Di lokasi itu, ia meminta Dinas Pengairan Aceh dan kontraktor mempercepat penyelesaian pekerjaan agar pasokan air segera mengalir. Langkah ini diambil agar petani dapat memulai musim tanam tanpa hambatan berarti.