Pencarian

RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Operasikan 8 Mesin Cuci Darah, 10 Pasien Reguler Kini Tak Perlu ke Banda Aceh

Jumat, 10 Juli 2026 • 15:43:01 WIB
RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya Operasikan 8 Mesin Cuci Darah, 10 Pasien Reguler Kini Tak Perlu ke Banda Aceh
RSUD Sultan Iskandar Muda Nagan Raya resmi operasikan delapan mesin cuci darah untuk pasien gagal ginjal kronik.

SUKA MAKMUE — Warga Nagan Raya yang mengidap gagal ginjal kronik tak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Meulaboh atau Banda Aceh hanya untuk cuci darah. Sejak April 2026, RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) resmi mengoperasikan unit hemodialisa yang kini melayani 10 pasien tetap.

Dokter Pelaksana Unit Hemodialisa RSUD SIM, dr. Suhardan, menyebutkan rumah sakit menyediakan total 10 unit mesin. Perinciannya, delapan mesin operasional, satu mesin cadangan untuk mengantisipasi gangguan teknis, dan satu mesin khusus di ruang isolasi.

Mesin Isolasi untuk Pasien Hepatitis B dan HIV

Ruang isolasi dengan satu mesin khusus disiapkan bagi pasien yang mengidap penyakit infeksi tertentu, seperti Hepatitis B (HBsAg positif) maupun HIV. “Ini bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang aman, bermutu, dan berkesinambungan kepada seluruh pasien,” ujar dr. Suhardan di Ujong Fatihah, Kamis (9/7/2026).

Unit hemodialisa beroperasi enam hari dalam sepekan, Senin hingga Sabtu. Kepala Ruangan Unit Hemodialisa RSUD SIM, Dina Hermiyana, A.Md.Kep., menambahkan bahwa untuk pasien rawat inap yang membutuhkan tindakan darurat, rumah sakit tetap siaga pada hari Minggu dan libur nasional sesuai indikasi medis.

Sebelumnya, Pasien Harus ke Meulaboh atau Banda Aceh

dr. Suhardan mengungkapkan, sebagian besar pasien yang kini dirawat di RSUD SIM merupakan warga Nagan Raya yang sebelumnya harus menjalani terapi di rumah sakit luar daerah. Tujuan utamanya adalah RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh, dan RSUD Meuraxa Banda Aceh.

“Dengan beroperasinya layanan hemodialisa di RSUD Sultan Iskandar Muda, pasien-pasien tersebut secara bertahap dapat melanjutkan terapi di daerah sendiri. Sehingga mengurangi beban biaya, waktu perjalanan, serta meningkatkan kenyamanan pasien dan keluarga,” imbuhnya.

Didukung Dokter Spesialis dan Enam Perawat

Pelayanan hemodialisa di RSUD SIM berada di bawah tanggung jawab dr. Edi Hidayat, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K, FISQua, selaku dokter spesialis penyakit dalam. Dalam operasional sehari-hari, dr. Suhardan bertindak sebagai dokter pelaksana yang telah mengikuti pelatihan hemodialisa, didampingi enam perawat.

Dari enam perawat tersebut, tiga di antaranya telah mengantongi sertifikat pelatihan hemodialisa, sementara tiga lainnya bertugas sebagai perawat pendamping pelayanan. Hingga Juli 2026, unit ini telah melaksanakan sekitar 210 tindakan cuci darah dan jumlah pasien diperkirakan terus bertambah seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks