JAKARTA — Gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan magnitudo 5,5 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu (11/18 WIB). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Pusat Gempa di Darat, Akibat Aktivitas Sesar Oreng
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan episenter gempa berada di darat pada jarak 36 kilometer arah timur laut Gayo Lues dengan kedalaman 9 kilometer. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal diduga akibat aktivitas Sesar Oreng," kata Wijayanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan geser. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.
Guncangan V MMI di Gayo Lues, Benda Besar Bergoyang
Dampak guncangan paling kuat dirasakan di Kabupaten Gayo Lues dengan skala intensitas V MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan hampir semua penduduk, gerabah pecah, hingga benda-benda besar seperti lemari atau meja tampak bergoyang.
Guncangan skala IV MMI turut dirasakan di sejumlah kabupaten/kota tetangga, antara lain Aceh Barat Daya, Aceh Tenggara, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Sementara itu, guncangan skala III hingga II MMI meluas hingga ke Medan, Sibolga, dan Pidie.
Tiga Gempa Susulan Tercatat, Magnitudo Terbesar 4,3
Hingga pukul 11.30 WIB, BMKG mencatat satu aktivitas gempa pendahuluan (foreshock) bermagnitudo 3,8. Selain itu, tercatat dua kali gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai 4,3.
BMKG Imbau Warga Tetap Tenang dan Hindari Bangunan Retak
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan gempa.