ACEH BARAT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sempat mencatat magnitudo awal 5,4 sebelum memperbarui data menjadi 5,1. Episenter gempa berada di koordinat 3,79° Lintang Utara dan 95,78° Bujur Timur, tepat di lepas pantai barat daya Meulaboh.
Kedalaman 56 kilometer menempatkan gempa ini dalam kategori dangkal. Getarannya mudah menjalar ke daratan terdekat, meski hasil permodelan gelombang BMKG menyatakan tidak ada ancaman tsunami.
Wilayah yang Merasakan Getaran Skala IV MMI
Peta tingkat guncangan BMKG mencatat getaran dirasakan di tiga kecamatan di Aceh Barat. Ketiganya berada pada skala intensitas IV MMI.
- Kecamatan Samatiga
- Kecamatan Johan Pahlawan
- Kecamatan Arongan Lambalek
Pada skala IV MMI, getaran umumnya dirasakan banyak orang di dalam rumah pada siang hari. Jendela atau pintu berderik, dan orang yang sedang tidur bisa terbangun.
Gempa terjadi mendekati tengah malam, sehingga warga di ketiga kecamatan sempat panik sesaat. BMKG langsung merilis data cepat untuk menenangkan masyarakat.
Dipicu Subduksi Lempeng dengan Mekanisme Thrust Fault
Letak episenter dan kedalaman hiposenter menunjukkan gempa dipicu aktivitas subduksi lempeng. Mekanisme sumbernya berupa pergerakan patahan naik atau thrust fault.
Hingga pukul 23.50 WIB, alat sensor BMKG belum mencatat gempa susulan. Pemantauan tetap dilakukan intensif untuk memastikan keamanan area terdampak.
Imbauan BMKG untuk Warga Aceh Barat
Masyarakat diminta tidak panik dan hanya mempercayai informasi resmi dari kanal komunikasi BMKG. Warga juga diimbau memastikan bangunan tempat tinggal tidak mengalami keretakan struktur yang membahayakan sebelum kembali masuk ke dalam rumah.
BMKG mengingatkan agar warga tidak mudah terpancing isu bohong atau hoaks yang kerap beredar usai bencana alam. Hingga data terbaru dirilis, tidak ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat guncangan malam itu.