Pencarian

Wacana Tiga Dapil DPR RI di Aceh, Bener Meriah Minta Dataran Tinggi Gayo Masuk Pembahasan

Jumat, 23 Oktober 2026 • 09:02:01 WIB
Wacana Tiga Dapil DPR RI di Aceh, Bener Meriah Minta Dataran Tinggi Gayo Masuk Pembahasan
Rifki Hasan Gayo menyampaikan pandangan mengenai wacana tiga dapil DPR RI di Aceh kepada media di Redelong, Kamis (22/10/2026).

REDELONG — Rifki Hasan Gayo menyampaikan pandangan itu kepada media, Kamis (22/10/2026), setelah wacana tiga dapil DPR RI di Aceh muncul ke permukaan. Menurutnya, gagasan tersebut layak menjadi bahan kajian bersama karena menyangkut cara aspirasi daerah sampai ke tingkat nasional.

Aceh saat ini hanya memiliki dua dapil DPR RI, yakni Aceh I dan Aceh II. Dapil Aceh I mencakup Banda Aceh dan sekitarnya, pesisir barat-selatan, sebagian wilayah tengah, hingga kawasan kepulauan. Dapil Aceh II meliputi sejumlah daerah di pesisir timur serta kawasan tengah, termasuk Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Mengapa Dataran Tinggi Gayo Diminta Masuk Pembahasan

Bagi Rifki, karakteristik geografis Aceh yang beragam membuat satu pola keterwakilan sulit berlaku untuk semua wilayah. Wilayah tengah, pesisir, dan kepulauan punya kebutuhan pembangunan yang berbeda.

Kawasan dataran tinggi Gayo dinilainya menyimpan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, pariwisata, dan pengembangan sumber daya manusia. Potensi itu, katanya, perlu didukung kebijakan pembangunan yang tepat, bukan sekadar perhatian seremonial.

"Saya menyambut positif gagasan pembentukan tiga dapil DPR RI di Aceh. Ini dapat menjadi langkah strategis untuk mendorong pemerataan pembangunan dan memperkuat keterwakilan masyarakat dari seluruh wilayah Aceh," kata Rifki.

Bukan Sekadar Pembagian Kursi Politik

Rifki menegaskan, pembentukan dapil tidak berhenti pada hitungan kursi politik. Persoalan utamanya adalah bagaimana suara warga tersampaikan dan diperjuangkan dalam pengambilan kebijakan nasional.

Keterwakilan yang baik, menurutnya, membuka ruang lebih luas bagi persoalan daerah masuk agenda pembangunan. Mulai dari infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Dapil bukan sekadar persoalan pembagian kursi politik, tetapi juga tentang bagaimana suara rakyat dapat terwakili secara adil dan kepentingan daerah diperjuangkan dengan lebih maksimal," ujarnya.

Harapan agar Aspirasi Gayo Diperjuangkan di Senayan

Rifki berharap aspirasi masyarakat Bener Meriah dan dataran tinggi Gayo diperjuangkan maksimal oleh wakil rakyat di tingkat nasional. Menurutnya, seluruh wilayah Aceh sudah seharusnya mendapat perhatian yang lebih merata.

"Sudah saatnya seluruh wilayah Aceh mendapatkan perhatian yang lebih merata, termasuk kawasan dataran tinggi Gayo yang memiliki potensi besar. Potensi tersebut perlu didukung dengan kebijakan dan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," katanya.

Pembahasan Harus Melibatkan Pemerintah hingga Akademisi

Wacana tiga dapil ini, kata Rifki, perlu dibahas terbuka dengan melibatkan banyak pihak. Pemerintah, penyelenggara pemilu, akademisi, dan elemen masyarakat diminta memberi pandangan berdasarkan kondisi geografis dan prinsip keterwakilan yang adil.

Ia juga mengingatkan agar gagasan tersebut dikaji matang dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kajian yang keliru, menurutnya, justru bisa menjauhkan tujuan awal pemerataan pembangunan.

"Saya berharap gagasan ini menjadi bahan kajian bersama. Dengan kajian yang matang dan mekanisme yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kita berharap demokrasi semakin kuat dan pembangunan Aceh menjadi lebih inklusif serta berkeadilan," tutupnya.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: dialeksis.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks