BANDA ACEH — Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Kasatpol PP/WH) Banda Aceh, M Rizal, membenarkan penyerahan diri tersebut. Namun, ia enggan memberikan rincian dan berjanji akan menggelar konferensi pers resmi untuk meluruskan informasi yang berkembang.
Informasi yang dihimpun Waspadaaceh.com, YS lebih dulu menyerahkan diri dengan diantar oleh adiknya ke Kantor Satpol PP/WH Banda Aceh. Setelah itu, petugas dan penyidik mendampingi YS untuk menjemput ND di lokasi terpisah.
Saat ini keduanya dalam penanganan penyidik Satpol PP/WH Banda Aceh. Proses kelengkapan berkas pemeriksaan tengah berjalan sebelum diserahkan ke jaksa dan disidangkan di Mahkamah Syariah Banda Aceh.
Sebelumnya, YS dan ND ditangguhkan penahanannya dengan jaminan seorang polisi berinisial Z. Namun, saat pemanggilan pertama setelah libur Idul Adha, keduanya tidak hadir. Diduga, mereka justru kabur.
Akibat mangkirnya YS dan ND, polisi berinisial Z yang menjadi penjamin kini menjalani pemeriksaan oleh Paminal dan Propam Polda Aceh. Z membantah tuduhan bahwa dirinya terafiliasi dengan YS yang disebut-sebut sebagai kerabat pimpinan DPRA.
YS dan ND tertangkap dalam operasi gabungan Satpol PP/WH pada Minggu (24/5/2026) dini hari. Tak hanya mereka berdua, petugas juga mengamankan 26 orang lain di berbagai lokasi di Banda Aceh.
Keduanya diproses karena terduga melanggar syariat Islam. Kasus ini sempat menjadi sorotan publik dan menyebar luas di media sosial serta pemberitaan daring sebelum akhirnya keduanya menyerahkan diri.
Setelah berkas pemeriksaan rampung, penyidik akan melimpahkan kasus ini ke jaksa untuk proses persidangan di Mahkamah Syariah Banda Aceh. Satpol PP/WH Banda Aceh berjanji akan mengumumkan perkembangan lebih lanjut dalam konferensi pers resmi dalam waktu dekat.