ACEH — Pertandingan yang berlangsung di Stadion Houston, Selasa (24/6/2026) waktu setempat, menjadi panggung tunggal CR7. Dua golnya pada menit keenam dan menit ke-39 tidak hanya mengamankan tiga poin, tetapi juga menulis ulang buku rekor Portugal di panggung paling bergengsi sepak bola dunia.
Gol pertama Ronaldo tercipta cepat. Pada menit keenam, ia menyelesaikan peluang dengan tenang untuk menyamai rekor sembilan gol milik Eusebio. Gol tersebut sekaligus membuka keran kemenangan Portugal.
Tak puas hanya menyamai, Ronaldo mencetak gol keduanya jelang turun minum. Memanfaatkan umpan terobosan brilian Bruno Fernandes, ia menjebol gawang Uzbekistan untuk kesepuluh kalinya dalam karier Piala Dunia. Catatan itu resmi melewati torehan legenda yang membawa Portugal ke peringkat ketiga Piala Dunia 1966.
Kemenangan 5-0 ini menjadi pernyataan kekuatan Portugal di Grup K. Selain dua gol Ronaldo, tiga gol tambahan dari pemain lain memastikan laga berjalan satu arah. Uzbekistan tak mampu memberikan perlawanan berarti sejak Ronaldo membuka skor di awal laga.
Hasil ini membuat Portugal nyaman di puncak klasemen sementara grup. Dua kemenangan beruntun — setelah sebelumnya mengalahkan lawan lain — membuat pasukan Roberto Martinez hampir dipastikan melaju ke fase gugur.
Perjalanan Ronaldo di Piala Dunia dimulai pada edisi 2006 di Jerman. Kala itu ia masih berusia 21 tahun dan mencetak satu gol. Delapan belas tahun dan lima edisi kemudian, ia kini berdiri sendiri di puncak — mengoleksi 10 gol, melampaui Eusebio yang menjadi ikon sepak bola Portugal selama lebih dari setengah abad.
Rekor ini menambah daftar panjang pencapaian individu Ronaldo. Ia sudah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk timnas Portugal, pemain dengan penampilan terbanyak, dan kini menambahkan status top skor Piala Dunia untuk negaranya.
Portugal masih menyisakan satu pertandingan di fase grup. Kemenangan atau hasil imbang akan memastikan posisi mereka sebagai juara grup. Jika Ronaldo kembali bermain, bukan tidak mungkin ia akan menambah lagi koleksi golnya sebelum memasuki babak knockout.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, nama Ronaldo tentu bukan asing. Momen bersejarah ini menjadi pengingat bahwa di usia yang tidak muda lagi, ia masih mampu menjadi pembeda di panggung terbesar sepak bola dunia.