ACEH — Argentina datang ke laga ini dengan status salah satu dari tiga tim yang belum terkalahkan di fase grup, bersama Prancis dan Meksiko. Tim asuhan Lionel Scaloni juga merupakan juara bertahan ketiga di abad ini yang berhasil mencapai babak sistem gugur, setelah Brasil (2006) dan Prancis (2022) yang gagal mempertahankan gelar.
Lionel Messi masih menjadi tumpuan utama lini serang Albiceleste. Pemain berusia 39 tahun itu tercatat sebagai top skor sementara turnamen dengan koleksi 6 gol, sama dengan Kylian Mbappe dari Prancis. Messi juga sudah mengemas satu hat-trick di Piala Dunia edisi ini.
Pelatih Scaloni diprediksi akan menurunkan formasi terbaiknya. Emi Martinez akan berjaga di bawah mistar, sementara lini depan diisi duet Messi dan Lautaro Martinez. Di sisi lain, Cape Verde kemungkinan akan mengandalkan Vozinha di gawang dan Livramento sebagai ujung tombak.
Ini akan menjadi pertemuan pertama antara Argentina dan Cape Verde di level internasional. Meski tanpa catatan head-to-head, data statistik dari The Analyst menunjukkan Argentina diunggulkan dengan probabilitas menang mencapai 81 persen. Sebaliknya, peluang Cape Verde untuk menang hanya 6,8 persen.
Cape Verde memang tampil mengejutkan di fase grup dengan menahan dua lawan mereka, termasuk Arab Saudi yang berakhir 0-0. Namun, menghadapi tim sekelas Argentina yang baru saja menekuk Yordania 3-1 di laga terakhir grup, tantangan yang dihadapi Blue Sharks jauh lebih berat.
Berdasarkan analisis, laga ini diprediksi berakhir dengan skor telak 4-0 untuk kemenangan Argentina. Pertandingan akan digelar pada Sabtu (4/7/2026) pukul 05.00 WIB di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, Amerika Serikat.
Pemenang laga ini akan melaju ke babak 16 besar dan menunggu lawan dari hasil pertandingan Australia vs Mesir yang berlangsung lebih awal pada pukul 01.00 WIB di Dallas Stadium.