Aceh Terima Jatah Rp58,9 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana Hidrometeorologi, Proses Dimulai 1 Agustus 2026

Penulis: Sutomo  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 16:15:01 WIB
Pemerintah mengalokasikan Rp58,9 triliun untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi di Aceh yang akan dimulai pada 1 Agustus 2026.

BANDA ACEH — Aceh memasuki fase baru pemulihan bencana hidrometeorologi yang melanda 54 kabupaten di Sumatra pada akhir November 2025. Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri sekaligus Kepala Posko Wilayah Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Dr. Safrizal ZA, menyatakan masa transisi darurat akan berakhir pada 30 Juli 2026.

“Mulai 1 Agustus 2026, Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat memasuki masa rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ujar Safrizal dalam podcast UIN Ar-Raniry dan Serambi Indonesia di Banda Aceh, Kamis (23/7/2026).

Anggaran Tiga Tahap untuk 18 Kabupaten/Kota

Dari total Rp100,1 triliun yang disiapkan pemerintah, Aceh mendapat porsi terbesar, yakni Rp58,9 triliun. Jumlah itu setara lebih dari separuh total anggaran pemulihan regional.

Alokasi dana dibagi dalam tiga tahun anggaran. Pada 2026 sebesar Rp24,215 triliun, disusul Rp20,219 triliun pada 2027, dan Rp14,539 triliun pada 2028. Bencana ini melanda 18 kabupaten/kota di Aceh dari total 54 kabupaten di tiga provinsi.

Safrizal membandingkan skala kerusakan bencana ini dengan tsunami 2004. “Dalam hal jumlah korban, gempa dan tsunami Aceh tahun 2004 memang paling besar. Tetapi dari sisi skala kerusakan, bencana hidrometeorologi ini jauh lebih luas,” katanya.

Jalan Nasional Pulih 100 Persen, Ribuan Sekolah Kembali Beroperasi

Hingga akhir masa transisi darurat, sejumlah infrastruktur vital telah pulih. Sebanyak 46 ruas jalan nasional dan 23 jembatan nasional telah berfungsi penuh. Dari 1.638 ruas jalan daerah, 1.543 ruas telah diperbaiki, sementara 380 dari 655 jembatan daerah juga sudah tertangani.

Di sektor pendidikan, kegiatan belajar mengajar di 3.120 sekolah terdampak telah kembali berjalan. Seluruh 867 puskesmas terdampak juga telah beroperasi, meski beberapa masih menggunakan fasilitas sementara.

Huntara Hampir Rampung, Huntap Masih Berjalan

Pembangunan hunian sementara (huntara) hampir selesai. Dari target 18.943 unit, sebanyak 18.861 unit telah dibangun dan 18.784 unit telah ditempati penyintas. Sementara itu, pembangunan hunian tetap (huntap) masih berlanjut dengan 401 unit sudah rampung dan 1.832 unit lainnya dalam tahap konstruksi.

Safrizal menekankan bahwa tujuan utama rehab-rekon bukan sekadar membangun ulang infrastruktur. “Pembangunan kembali Aceh harus mampu memulihkan kemanusiaan. Karena itu kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama. Semoga cita-cita kita membangun kembali Aceh yang build back better, safer, and more resilient dapat terwujud,” ujarnya.

Reporter: Sutomo
Sumber: portalnusa.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top