Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal Masuk Nominasi Apresiasi Swara Cantika 2026, Ini Jejak Pengabdiannya

Penulis: Saiful  •  Kamis, 30 Juli 2026 | 20:55:01 WIB
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal mengikuti pertemuan dengan tim Cantika di Gedung Tempo, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026).

BANDA ACEH — Nama Illiza Sa'aduddin Djamal masuk dalam bursa calon penerima Apresiasi Swara Cantika 2026. Penghargaan dari Tempo Media Group itu menyasar perempuan pemimpin dengan rekam jejak inovasi dan dampak kebijakan yang terasa langsung di masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, menyampaikan bahwa pihaknya telah memenuhi undangan PT Tempo Inti Media Tbk di Gedung Tempo, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Dalam pertemuan itu, tim Cantika membeberkan indikator penilaian yang meliputi gagasan, inovasi, kepemimpinan, dan dampak kebijakan.

"Tim Cantika melihat rekam jejak dan kontribusi Ibu Wali Kota dalam mendorong pembangunan daerah serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ujar Zubir.

Figur dengan Segudang Terobosan

Direktur Pemasaran dan Penjualan PT Tempo Inti Media Tbk, Ade Liesnasari, menyebut Illiza sebagai salah satu figur yang dinilai memiliki berbagai terobosan dalam memimpin daerah. "Kami melihat dari idenya, kreativitasnya, serta bagaimana perempuan-perempuan saat ini menunjukkan prestasi di bidangnya masing-masing. Salah satunya Ibu Wali Kota Banda Aceh yang memiliki berbagai terobosan dalam membangun daerah," kata Ade.

Masuknya Illiza dalam nominasi ini bukanlah kejutan. Ia memiliki perjalanan panjang di dunia pemerintahan dan politik, dimulai saat dipercaya menjadi Wakil Wali Kota Banda Aceh pada 2006 mendampingi almarhum Mawardy Nurdin. Saat itu, ia terlibat langsung dalam proses rekonstruksi Banda Aceh pascatsunami 2004.

Ketika Mawardy wafat di masa jabatan keduanya, Illiza melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai wali kota. Meski sempat vakum setelah Pilkada 2017, ia kembali dipercaya masyarakat menjadi Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh I pada 2019. Di Senayan, ia memperjuangkan kepentingan Aceh dan membangun jejaring dengan berbagai kementerian.

Kembali Memimpin Banda Aceh

Pada Pemilu 2024, Illiza kembali maju sebagai calon anggota DPR RI. Meski memperoleh suara kompetitif, PPP tidak berhasil melampaui ambang batas parlemen. Tak lama kemudian, Banda Aceh kembali memanggilnya. Berpasangan dengan Afdhal Khalilullah, ia kembali memperoleh mandat rakyat pada Pilkada 2024.

Sejak kembali menjabat, Illiza membawa semangat Kota Kolaborasi. Baginya, membangun Banda Aceh bukan hanya tugas pemerintah, melainkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat. Pengalaman bangkit dari tsunami mengajarkan bahwa kolaborasi merupakan kekuatan utama.

Illiza juga konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Ia rutin turun ke lapangan, menyapa pelaku UMKM, meninjau pembangunan, dan berdialog langsung dengan warga. Kunjungannya bukan sekadar seremonial—ia mendengar persoalan lalu mendorong penyelesaian lewat kebijakan pemkot.

Semangat pengabdian itu telah tumbuh sejak muda. Illiza lahir dari keluarga yang dekat dengan dunia dakwah dan politik. Ayahnya merupakan ulama sekaligus politisi PPP di Aceh. Lingkungan tersebut membentuk kepeduliannya terhadap masyarakat dan pelayanan publik.

Reporter: Saiful
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top