ACEH UTARA — Ratusan siswa di dua sekolah dasar Kabupaten Aceh Utara menerima bantuan perlengkapan sekolah dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional. Kegiatan yang mengusung tema "Bersama Mewujudkan Senyum dan Semangat Belajar Anak Indonesia" ini dipusatkan di SD Negeri 5 Lhoksukon dan SD Negeri 5 Baktiya.
Bantuan yang disalurkan berasal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) berupa tas sekolah, buku, dan alat tulis. DWP PNL turut melengkapi dengan menyerahkan Al-Qur'an dan mukena untuk menunjang kegiatan keagamaan di sekolah.
Ketua DWP PNL, Nyonya Nadia Sartika Rizal Syahyadi, menuturkan bahwa musibah banjir yang melanda Aceh beberapa waktu lalu meninggalkan jejak mendalam bagi anak-anak. Namun, ia menegaskan bencana tersebut tidak boleh memadamkan harapan mereka untuk terus belajar dan bercita-cita.
"Banjir boleh merendam halaman sekolah, tetapi jangan pernah membiarkannya menenggelamkan impian. Air boleh membawa pergi sebagian yang kita miliki, tetapi jangan pernah membiarkannya membawa pergi semangat untuk belajar," ujarnya dalam keterangan yang diterima, baru-baru ini.
Menurut Nadia, kehadiran DWP PNL di tengah para siswa adalah wujud nyata peran organisasi sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar wadah berhimpun. Ia menyebut DWP harus terasa manfaatnya oleh masyarakat, bukan hanya terlihat dari nama organisasinya.
Bantuan yang diserahkan memiliki filosofi yang mendalam bagi tumbuh kembang anak. Nadia mengibaratkan sebuah tas sebagai tempat menyimpan cita-cita, sementara buku adalah jendela dunia yang membuka wawasan.
"Al-Qur'an menjadi cahaya yang menuntun perjalanan kehidupan, sementara mukena mudah-mudahan menjadi teman dalam sujud dan doa mereka kepada Allah Swt.," tuturnya.
DWP PNL berharap sinergi dengan Kemdiktisaintek ini tidak berhenti pada tahun ini. Organisasi tersebut menginginkan program bantuan serupa dapat berkelanjutan setiap tahun agar jangkauan manfaatnya semakin luas bagi sekolah-sekolah lain yang membutuhkan.
Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada prosesi penyerahan bantuan. Setelah agenda tersebut, para pengurus DWP PNL turun langsung ke ruang kelas melalui program DWP Mengajar. Mereka berinteraksi dengan para siswa, berbagi pengetahuan, pengalaman, dan motivasi dalam suasana belajar yang menyenangkan.
"Mengajar adalah menyalakan cahaya agar seorang anak berani melihat masa depannya. Mungkin kebersamaan hari ini akan berlalu, tetapi siapa tahu ada satu kalimat, satu nasihat, atau satu cerita yang mereka ingat hingga dewasa," kata Nadia.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua DWP PNL beserta jajaran pengurus. Seluruh rangkaian acara dipandu langsung oleh pengurus DWP PNL, sehingga suasana kebersamaan terasa hangat dan penuh kekeluargaan di tengah ruang sekolah yang biasanya dipenuhi rutinitas pembelajaran.