SMAN 2 Banda Aceh Juara LCC Empat Pilar MPR RI Provinsi Aceh, Siap Berlaga di Final Nasional Agustus 2026

Penulis: Yasir  •  Minggu, 02 Agustus 2026 | 12:41:31 WIB
SMAN 2 Banda Aceh berfoto bersama setelah dinobatkan sebagai juara LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Aceh.

BANDA ACEH — Tiga sekolah terbaik di Aceh harus puas ditentukan melalui sistem pembobotan nilai setelah sama-sama mengumpulkan skor akhir 100 pada LCC Empat Pilar MPR RI. SMAN 2 Banda Aceh akhirnya keluar sebagai juara pertama dengan bobot nilai 31, mengungguli SMAN 3 Langsa di posisi kedua dengan bobot 30, serta SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh yang meraih peringkat ketiga dengan bobot 29.

Kompetisi yang diikuti sembilan sekolah dari berbagai kabupaten dan kota ini menjadi ajang seleksi terakhir sebelum panggung nasional. SMAN 2 Banda Aceh dijadwalkan terbang ke Jakarta pada 21 Agustus 2026 untuk memperebutkan gelar juara nasional.

Babak Penentuan: Sistem Pembobotan Jadi Penentu Juara

Persaingan di babak final berlangsung sengit. Ketiga finalis, yaitu SMAN 2 Banda Aceh, SMAN 3 Langsa, dan SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, harus menjalani babak tambahan karena perolehan nilai akhir mereka identik. Panitia kemudian menerapkan ketentuan pembobotan nilai perlombaan untuk memecah kebuntuan.

Adapun perlombaan terbagi dalam tiga sesi utama, yakni Wawasan Empat Pilar, Tematik Empat Pilar, dan Babak Rebutan. Proses penilaian dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri atas Dr. Nurlis Effendi, Prof. Dr. Syahrizal Abbas, dan Dr. M. Yasir Putra Utama.

MPR RI: Ajang Pembentukan Karakter dan Wawasan Kebangsaan

Anggota MPR RI Fraksi Partai Demokrat dari Daerah Pemilihan Aceh, Teuku Ibrahim, yang membuka kegiatan tersebut menilai LCC Empat Pilar menjadi sarana penting bagi pembentukan generasi muda. Menurutnya, kompetisi ini tidak hanya menguji hafalan, tetapi juga menanamkan wawasan kebangsaan, karakter kepemimpinan, serta komitmen menjaga persatuan bangsa.

"Setiap proses dalam kompetisi ini merupakan bagian dari pembentukan karakter. Karena itu, saya mengajak seluruh peserta bertanding dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati sesama peserta, serta menjadikan kompetisi ini sebagai momentum memperluas wawasan dan mempererat persaudaraan antarpelajar dari seluruh Aceh," ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Teuku Ibrahim juga menyampaikan keyakinannya bahwa wakil Aceh memiliki peluang besar untuk berprestasi di tingkat nasional. "Kami bangga atas prestasi yang telah diraih. Kini saatnya membawa gelar Juara Nasional ke Aceh. Persiapkan diri sebaik mungkin, terus belajar, jaga kekompakan, dan tunjukkan bahwa pelajar Aceh mampu menjadi yang terbaik di Indonesia," katanya.

Dinas Pendidikan Apresiasi Penguatan Karakter Pelajar

Kepala Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Syarwan Joni, mengapresiasi penyelenggaraan ajang ini sebagai wadah penguatan karakter sekaligus wawasan kebangsaan bagi pelajar. Ia menilai kompetisi tersebut tidak hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih pola pikir kritis, integritas, dan semangat kebangsaan.

Menurut Syarwan, Aceh memiliki peran penting dalam sejarah bangsa sehingga generasi muda diharapkan mampu meneruskan semangat perjuangan melalui prestasi. Ia menambahkan bahwa partisipasi aktif pelajar dalam ajang seperti ini menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

Daftar Peserta dan Penghargaan Tambahan

Seleksi tingkat provinsi tahun ini diikuti oleh SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, SMAN 2 Gunung Meriah, SMAN 1 Teunom, SMAN 2 Banda Aceh, SMAN 3 Langsa, SMAN Unggul Aceh Timur, SMAN 2 Bukit, SMAN 1 Kutacane, serta SMKN 1 Takengon. Seluruh peserta mengikuti sesi wawasan kebangsaan yang mencakup Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Selain menetapkan para juara utama, panitia juga memberikan penghargaan Yel-Yel Terbaik kepada SMAN 2 Gunung Meriah, SMAN 2 Bukit, dan SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Penghargaan ini diberikan atas kreativitas dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan para peserta selama kompetisi berlangsung.

Reporter: Yasir
Sumber: nukilan.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top