MPP PKS Gelar Konsolidasi Ideologi di Banda Aceh, 3 Pejabat Tinggi Partai Jadi Narasumber SKDP

Penulis: Ragil  •  Minggu, 09 Agustus 2026 | 19:37:31 WIB
Ketua MPP PKS Mulyanto menyampaikan materi dalam Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai (SKDP) di Hotel Muraya, Banda Aceh, 8–9 Agustus 2026.

BANDA ACEH — Sebanyak tiga pejabat tinggi Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) turun langsung memberikan materi dalam Sosialisasi Konsepsi Dasar Partai (SKDP) yang digelar di Hotel Muraya, Banda Aceh, pada 8–9 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Provinsi Nagroe Aceh Darussalam ini diikuti pengurus, anggota, hingga pejabat publik partai.

Ketua MPP PKS Mulyanto dalam arahannya menegaskan bahwa PKS adalah partai ideologis. Keunggulan partai, kata dia, terletak pada komitmen ideologis struktur dan para kadernya, sehingga konsolidasi ideologi yang berkelanjutan menjadi sebuah keniscayaan.

Materi SKDP: dari AD/ART hingga Pengarusutamaan Keluarga

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini mencakup AD/ART PKS, Falsafah Dasar dan Paradigma Perjuangan Partai, Platform PKS dalam Pembangunan Indonesia, serta Garis Besar Kebijakan Partai (GBKP). Turut dibahas pula Rencana Strategis (Renstra), Wawasan Pengamanan Partai (Wanantara), dan Pengarusutamaan Keluarga (PUK).

Selain Mulyanto, dua narasumber lain yang dihadirkan adalah Ketua Komisi SDM, Organisasi dan Kewilayahan MPP PKS Hermanto serta Ketua Komisi Kajian Strategis MPP PKS Sapto Waluyo. Seluruh materi diarahkan untuk membangun kesatuan perspektif antara ideologi, tata kelola organisasi, kebijakan, dan pengabdian kader di tengah masyarakat.

Kader Diminta Menerjemahkan Ideologi ke dalam Pelayanan Publik

Mulyanto menekankan bahwa Konsepsi Dasar Partai bukan sekadar dokumen organisasi, melainkan fondasi yang menyatukan visi, nilai dasar, dan arah perjuangan kader di seluruh tingkatan. Pemahaman terhadap konsepsi ini harus berujung pada kemampuan menerjemahkan nilai-nilai tersebut menjadi kerja nyata.

"Organisasi yang kuat dibangun di atas kesamaan nilai, cara pandang, dan arah perjuangan. Setiap kader harus memahami Konsepsi Dasar Partai secara utuh agar mampu menerjemahkannya menjadi kerja nyata dan pelayanan yang dirasakan masyarakat," ujar Mulyanto.

Menjawab Tantangan Transformasi Digital dan Geopolitik

Di tengah perubahan sosial, transformasi digital, dinamika geopolitik, dan perkembangan politik nasional, kader PKS dituntut memiliki kapasitas membaca lingkungan strategis. Mulyanto menegaskan penguatan ideologi harus tercermin dalam karakter kepemimpinan dan perilaku politik kader.

"Konsepsi Dasar Partai harus hidup dalam perilaku sosial, kepemimpinan, dan pengabdian kader. Nilai-nilai tersebut menjadi kompas moral sekaligus panduan dalam menjalankan amanah," tegasnya.

Melalui SKDP di Aceh ini, MPP PKS berharap terbangun kesamaan pemahaman dan orientasi perjuangan yang semakin kuat di seluruh jajaran partai. Penguatan kapasitas kepemimpinan dan soliditas organisasi ini diharapkan mampu melahirkan kader yang konsisten, menghadirkan solusi, serta memperkuat pelayanan publik bagi umat, bangsa, dan negara menuju Indonesia Madani yang adil, sejahtera, dan bermartabat.

Reporter: Ragil
Sumber: pks.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top