ACEH — Elon Musk resmi mengumumkan proyek Terafab pada Maret 2026, namun progres konstruksinya sudah terlihat lewat rekaman drone. Fasilitas ini bukan sekadar pabrik chip biasa—Terafab dirancang sebagai fasilitas all-in-one yang menggabungkan produksi logic chip, memory chip, lithography, pengemasan, dan pengujian dalam satu gedung raksasa.
Visualisasi yang dibuat oleh pengguna X, Nic Cruz Patane, membantu publik memahami skala proyek ini. Terafab diperkirakan memiliki luas interior minimal 100 juta kaki persegi. Sebagai perbandingan, Giga Texas milik Tesla sendiri hanya seluas 10 juta kaki persegi, Pentagon 6,6 juta kaki persegi, Apple Park 2,82 juta kaki persegi, dan Mall of America 5,6 juta kaki persegi.
Artinya, Terafab lebih besar dari gabungan keempat bangunan tersebut. Bahkan, gedung ini jauh melampaui New Century Global Center di Chengdu, China, yang selama ini memegang rekor gedung dengan interior terluas di dunia—"hanya" 18,9 juta kaki persegi.
Kebutuhan ruang yang absurd ini bukan tanpa alasan. Musk menyatakan bahwa SpaceX dan Tesla akan membutuhkan setidaknya 1 terawatt (TW) daya komputasi—jumlah itu lebih dari sepuluh kali lipat total pasokan chip global saat ini. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Terafab tidak bisa hanya mengandalkan satu lini produksi.
Dengan menggabungkan seluruh proses fabrikasi chip dalam satu lokasi, Musk berharap bisa memangkas waktu produksi dan menghindari ketergantungan pada rantai pasok yang terfragmentasi. Ini adalah pendekatan yang belum pernah dicoba oleh produsen chip mana pun di dunia.
CEO Nvidia, Jensen Huang, memberikan peringatan keras bahwa proyek sebesar ini akan menjadi tantangan yang "sangat sulit". Namun, ia juga mengakui rekam jejak Musk dalam mengeksekusi proyek-proyek yang dianggap mustahil—termasuk memasang 100.000 GPU Nvidia H200 hanya dalam 19 hari pada 2024, sebuah proses yang biasanya memakan waktu empat tahun.
Di sisi lain, CEO Intel, Lip-Bu Tan, menyambut positif inisiatif ini. Ia bahkan menyatakan "tidak ada partner yang lebih baik daripada Elon Musk" untuk mengeksplorasi cara-cara nonkonvensional dalam manufaktur chip. Dukungan dari dua tokoh industri ini memberikan sinyal bahwa Terafab mungkin bukan sekadar ambisi kosong.
Dengan estimasi investasi hingga US$119 miliar, Terafab menjadi proyek terbesar yang pernah digarap Musk. SpaceX dan Tesla memang sudah menjadi "pelanggan tetap" yang dijamin akan menyerap produksi chip, namun Musk sendiri mengakui ada risiko kegagalan. Proyek semegah ini belum pernah ada presedennya dalam sejarah industri semikonduktor.
Jika berhasil, Terafab akan mengubah lanskap industri chip global. Jika gagal, ini akan menjadi salah satu kegagalan finansial terbesar dalam sejarah teknologi. Satu hal yang pasti: dunia akan mengawasi perkembangan proyek ini dalam beberapa tahun ke depan.