ACEH — Berdasarkan data RTI Business, IHSG dibuka di level 6.065 dan langsung bergerak volatil dengan rentang harian antara 5.966 hingga 6.079. Posisi 5.966 yang sempat tersentuh itu menjadi alarm bagi investor, mengingat level psikologis 6.000 sudah berhasil ditembus ke bawah. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.533 triliun dengan volume perdagangan mencapai 6,20 miliar saham.
Sebanyak 362 saham tercatat melemah, sementara hanya 221 saham yang mampu menguat. Sisanya, 145 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp2,87 triliun dengan frekuensi 314.930 kali transaksi, menunjukkan aktivitas jual-beli yang cukup ramai di tengah koreksi.
Dua Skenario Koreksi dari Analis Teknikal
Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, menilai IHSG masih dalam fase tekanan setelah berhasil menutup area gap yang sebelumnya terbentuk. Ia memproyeksikan indeks berpotensi menguji area koreksi berikutnya di kisaran 5.899 hingga 5.999.
"Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan," ujar Herditya dalam riset hariannya. Ia memasang support harian di level 5.996 dan 5.899, sementara resistance berada di 6.318 dan 6.459.
Sementara itu, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas memiliki pandangan yang tidak jauh berbeda. Menurutnya, IHSG telah menutup penuh gap di area 6.092-6.148 yang disertai sinyal bearish pada perdagangan sebelumnya. Jika indeks turun di bawah 5.911, ia memperingatkan pelemahan berpotensi berlanjut menuju level 5.700.
Peluang Rebound di Atas 5.967
Meski tekanan jual masih mendominasi, Ivan melihat adanya celah untuk pemulihan jangka pendek. Syaratnya, IHSG harus mampu bertahan di atas level 5.967. Jika level tersebut gagal dipertahankan, skenario terburuk adalah indeks menguji support berikutnya di 5.673 dan bahkan 5.439.
Di sisi atas, Ivan memasang resistance berlapis di 6.459, 6.755, dan 7.001. Angka-angka ini menunjukkan bahwa jalan menuju pemulihan masih panjang dan membutuhkan katalis positif yang kuat.
Investasi mengandung risiko. Pergerakan IHSG yang volatil pagi ini menjadi pengingat bahwa sentimen pasar masih rapuh, dan investor disarankan mencermati level-level kunci yang disebutkan analis sebelum mengambil posisi.