Pencarian

Banjir Aceh November 2025: Kisah Sausan, Bocah 10 Tahun yang Kehilangan Ibu, Nenek, dan Abang Sekaligus

Kamis, 28 Mei 2026 • 20:39:01 WIB
Banjir Aceh November 2025: Kisah Sausan, Bocah 10 Tahun yang Kehilangan Ibu, Nenek, dan Abang Sekaligus
Sausan, bocah 10 tahun di Aceh, merenungi kehilangan ibu, nenek, dan abangnya akibat banjir November 2025.

TANAH JAMBO AYE — Sebuah kalimat polos keluar dari mulut Sausan Sania, bocah 10 tahun di Tanah Jambo Aye, Aceh, yang menggambarkan kerinduannya pada sosok ibu. “Kamu enak ya ada mama, bisa dikawani sama mama, bisa dimasaki sama mama, bisa dipegang, bisa jalan-jalan sama mama, bisa dipeluk sama mama,” kata Sausan, seperti dikutip dalam video produksi Raja Eben Lumbanrau dan Andra Anhar.

Kalimat itu ia lontarkan bukan tanpa sebab. Banjir bandang yang melanda Aceh pada November 2025 merenggut nyawa ibu, nenek, dan abangnya sekaligus. Sausan dan keluarganya yang tersisa—ayahnya T. Zaman Huri, seorang abang laki-laki, dan seorang adik perempuan—kini harus merangkai ulang hidup di tengah duka yang masih membekas.

Trauma yang Belum Pulih Sepenuhnya

Zaman Huri, ayah Sausan, mengakui bahwa putrinya belum pulih dari trauma yang ditinggalkan bencana tersebut. Meski demikian, ia melihat anaknya berusaha melewati hari demi hari dengan caranya sendiri. “Dia berusaha,” ujar Zaman, tanpa merinci lebih jauh proses pemulihan yang dijalani sang anak.

Enam bulan pascabencana, bukan waktu yang singkat untuk seorang anak seusia Sausan. Namun, luka kehilangan orang-orang terdekat dalam satu peristiwa sekaligus tidak bisa diukur hanya dengan hitungan bulan. Setiap hari, Sausan harus berhadapan dengan kenyataan bahwa ia tak lagi bisa dipeluk, dimasakin, atau diajak jalan-jalan oleh ibunya.

Banjir November 2025: Bencana yang Mengubah Segalanya

Banjir yang melanda Aceh pada November 2025 menjadi salah satu bencana terparah yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah, termasuk Tanah Jambo Aye. Ribuan warga terdampak, dan tidak sedikit yang kehilangan anggota keluarga seperti yang dialami Sausan. Bagi keluarga Zaman Huri, bencana itu tidak hanya merusak harta benda, tetapi juga merenggut ikatan keluarga yang tak tergantikan.

Hingga kini, proses pemulihan pascabencana masih berlangsung. Namun bagi Sausan, pemulihan bukan hanya soal perbaikan infrastruktur atau bantuan logistik, melainkan bagaimana ia belajar menerima kenyataan bahwa sosok ibu, nenek, dan abang yang dulu ada, kini hanya tinggal kenangan.

Bagikan
Sumber: bbc.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks