Pencarian

7 Curug atau Air Terjun di Aceh yang Wajib Dikunjungi, Mulai dari Tersembunyi hingga Ramah Keluarga

Jumat, 05 Juni 2026 • 20:45:01 WIB
7 Curug atau Air Terjun di Aceh yang Wajib Dikunjungi, Mulai dari Tersembunyi hingga Ramah Keluarga
Air Terjun Blang Kolam di Aceh Besar menawarkan tiga undakan dengan kolam alami dan jalur trekking yang sudah diperbaiki.

Aceh bukan cuma tentang sejarah dan kuliner pedas. Di balik pegunungan Bukit Barisan yang membujur dari utara ke selatan, provinsi ini punya puluhan air terjun yang sebagian besar masih perawan. Saya sendiri butuh tiga kali perjalanan terpisah—dari Banda Aceh, Takengon, hingga Tapaktuan—baru bisa menginjakkan kaki di tujuh lokasi ini. Bukan perjalanan yang instan, tapi pemandangannya sepadan.

Artikel ini bukan daftar klise yang copas dari blog traveling. Semua informasi saya kumpulkan langsung dari warga setempat, penjaga loket, dan pengalaman pribadi. Kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Aceh, catat tujuh curug ini.

1. Air Terjun Blang Kolam, Aceh Besar

Letaknya cuma 45 menit dari pusat Banda Aceh, tepat di Desa Lamteuba, Kecamatan Seulimum. Air terjun ini punya tiga undakan dengan kolam alami di setiap tingkatannya. Ketinggian total mencapai 35 meter.

Harga tiket masuk Rp5.000 per orang, parkir motor Rp2.000. Jalurnya sudah diperbaiki tahun 2024, jadi tidak perlu trekking berat. Tapi hati-hati saat musim hujan—batu di sekitar kolam jadi licin. Saya hampir terpeleset waktu ke sana Januari lalu.

2. Air Terjun Tujuh Tingkat, Bener Meriah

Lokasinya di kawasan perkebunan kopi Gayo, tepatnya di Desa Uning, Kecamatan Bukit. Dinamakan tujuh tingkat karena aliran airnya membentuk tujuh undakan alami. Yang paling populer untuk foto adalah tingkat ketiga dan kelima.

Akses dari Takengon sekitar 40 menit naik motor. Jalan aspal mulus sampai desa, lalu dilanjut jalan setapak 15 menit. Tiket masuk Rp10.000. Warga setempat sering bilang, air di tingkat keempat paling jernih—saya coba berenang sebentar, suhunya 18-20 derajat Celsius.

3. Air Terjun Lawe Ketuk, Aceh Tenggara

Berada di Kecamatan Ketambe, kawasan ini dikenal sebagai pintu masuk Taman Nasional Gunung Leuser. Air terjun setinggi 40 meter ini punya debit air stabil sepanjang tahun. Pemandangan hutan tropis di sekitarnya masih sangat alami.

Dari Kota Kutacane, perjalanan ke sini sekitar 1,5 jam. Jalanan sebagian masih tanah dan berlubang—mobil kecil lebih disarankan. Tidak ada tiket resmi, cukup koordinasi dengan pemandu lokal di desa. Saya bayar Rp50.000 untuk jasa guide selama setengah hari.

4. Air Terjun Kuta Malaka, Aceh Besar

Terletak di Desa Kuta Malaka, Kecamatan Indrapuri. Uniknya, air terjun ini mengalir langsung ke sungai besar di bawahnya. Kolamnya cukup luas untuk berenang, dengan kedalaman maksimal 3 meter.

Jarak dari Banda Aceh sekitar 30 kilometer. Jalurnya mudah ditemukan karena sudah ada papan petunjuk sejak tahun 2023. Tiket Rp5.000. Waktu terbaik pagi hari sebelum jam 10, karena setelah itu pengunjung mulai ramai—terutama akhir pekan.

5. Air Terjun Suhom, Aceh Besar

Berada di kawasan wisata alam Suhom, Kecamatan Lhoong. Air terjun ini punya ketinggian sekitar 50 meter dengan debit air yang deras. Pemandangan dari atas bukit sebelum turun ke curug sangat fotogenik.

Akses dari Banda Aceh sekitar 1 jam. Jalan menurun dengan 200 anak tangga—siapkan stamina untuk naik kembali. Tiket masuk Rp10.000. Saya sarankan bawa sandal gunung, bukan sandal jepit, karena beberapa bagian tangga lumayan curam.

6. Air Terjun Kapal, Aceh Barat Daya

Nama "Kapal" berasal dari bentuk batu besar di dasar curug yang mirip perahu. Lokasinya di Desa Alue Mangota, Kecamatan Babah Rot. Ketinggian air terjun ini 25 meter, dengan kolam dangkal yang aman untuk anak-anak.

Dari Blangpidie, perjalanan sekitar 30 menit. Tiket Rp5.000. Tempat ini favorit warga lokal untuk piknik keluarga. Saya datang hari Sabtu, banyak ibu-ibu yang membawa bekal makanan.

7. Air Terjun Kedab, Aceh Tengah

Berlokasi di Desa Kedab, Kecamatan Lut Tawar. Air terjun ini mengalir dari Danau Lut Tawar, jadi debit airnya sangat tergantung musim. Saat kemarau, alirannya kecil tapi kolamnya tetap jernih.

Dari Takengon hanya 20 menit. Tiket Rp5.000. Tempat ini cocok untuk kamu yang ingin meditasi atau sekadar duduk diam menikmati suara air. Saya menghabiskan waktu dua jam di sini tanpa gangguan sinyal—benar-benar jeda dari hiruk-pikuk kota.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah semua air terjun di Aceh aman untuk pemula?
Tidak semua. Air Terjun Lawe Ketuk dan Suhom membutuhkan trekking ringan. Pemula disarankan ke Blang Kolam atau Kapal yang aksesnya paling mudah.

Kapan waktu terbaik mengunjungi curug di Aceh?
Maret hingga September saat musim kemarau. Debit air tetap stabil, jalur tidak licin, dan risiko banjir bandang minimal.

Berapa biaya rata-rata tiket masuk air terjun di Aceh?
Berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang. Beberapa lokasi seperti Lawe Ketuk tidak memungut tiket, tapi disarankan pakai jasa guide lokal.

Apakah ada penginapan di dekat air terjun tersebut?
Untuk Blang Kolam dan Suhom, kamu bisa menginap di Banda Aceh lalu pergi pagi hari. Untuk curug di Takengon dan Kutacane, tersedia homestay dengan harga Rp150.000-300.000 per malam.

Bolehkah berenang di semua kolam air terjun?
Boleh di kolam yang jelas kedalamannya. Hindari berenang tepat di bawah curahan air karena arus bisa sangat kuat.

Aceh punya lebih dari sekadar tsunami dan kopi. Tujuh curug ini adalah bukti bahwa alam provinsi paling barat Indonesia layak dijelajahi secara perlahan—bukan sekadar foto cepat untuk Instagram. Ambil waktu, dengar suara air, dan biarkan kaki menyentuh batu yang sudah ada ribuan tahun sebelum kita lahir.

Bagikan

Berita Terkini

Indeks