BANDA ACEH — Kampanye "Ayah Wajib Hadir" yang digaungkan dalam peringatan Harganas XXXIII di Banda Aceh menempatkan peran ayah sebagai elemen kunci dalam mencegah fenomena fatherless yang dinilai mengancam perkembangan mental dan sosial anak. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh, Tiara Sutari, menyebutkan bahwa penguatan keluarga juga dilakukan melalui revitalisasi Posyandu dengan mengoptimalkan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Kehadiran Ayah Lebih dari Sekadar Nafkah
Desy Maulidha Azwar dalam sambutannya menekankan bahwa ayah wajib meluangkan waktu untuk anak, bukan hanya mencari nafkah. "Istri perlu mengajak ayah menjadi pendamping," ujarnya. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam pengasuhan berdampak langsung pada pembentukan nilai-nilai sosial dan sopan santun anak sejak dini.
Pemerintah setempat mengintensifkan sosialisasi berbagai kebijakan yang mendukung ketahanan keluarga. Program ini menyasar peningkatan kualitas pengasuhan anak sekaligus penguatan layanan keluarga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Aceh.
Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Ancaman Gangguan Serviks
Selain seremoni, peringatan Harganas diisi dengan edukasi kesehatan reproduksi. Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Cut Sheira Elnita, memaparkan materi mengenai gangguan serviks yang dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab. Hal ini menjadi pengingat bahwa kesehatan ibu dan anak tetap menjadi prioritas di tengah kampanye pengasuhan.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka mendorong agar momentum Harganas dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi keluarga dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence).
Mencegah Stunting Lewat Pendampingan Orang Tua
Peringatan Harganas XXXIII yang jatuh setiap 29 Juni ini juga menjadi ajang edukasi pencegahan stunting. Pemerintah optimistis kampanye "Ayah Wajib Hadir" mampu mendorong terwujudnya generasi yang sehat, berkarakter, dan bebas stunting. Pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang kesehatan terus dioptimalkan di seluruh puskesmas di Banda Aceh.
Masyarakat yang hadir mendapatkan pemahaman bahwa pendampingan orang tua terhadap anak di era digital harus diperkuat. Tanpa keterlibatan ayah, upaya membangun ketahanan keluarga dinilai tidak akan berjalan maksimal.