Pencarian

7 Rekomendasi Hotel Murah di Aceh untuk Backpacker Lengkap dengan Harga Terbaru 2026

Rabu, 08 Juli 2026 • 19:44:31 WIB
7 Rekomendasi Hotel Murah di Aceh untuk Backpacker Lengkap dengan Harga Terbaru 2026
Hotel Prapat di Peunayong menawarkan kamar murah mulai Rp70 ribu per malam dengan lokasi strategis dekat Masjid Raya Baiturrahman.

Menginap di Aceh tidak harus menguras kantong. Di kawasan Peunayong dan sekitar Masjid Raya Baiturrahman, banyak losmen dan hotel kelas melati yang sudah puluhan tahun melayani pelancong. Saya sendiri beberapa kali singgah di kota ini—baik untuk urusan kerja maupun sekadar jalan-jalan—dan menemukan bahwa harga kamar di sini relatif lebih murah dibanding kota besar lain di Sumatera.

Artikel ini khusus untuk kamu yang cari tempat tidur layak tanpa fasilitas mewah. Semua rekomendasi sudah saya cek langsung atau berdasarkan laporan terbaru dari sesama perantau dan komunitas backpacker di grup Facebook “Backpacker Aceh”.

1. Hotel Prapat – Peunayong

Hotel ini legendaris di kalangan backpacker. Lokasinya persis di Jalan Prapat, Kelurahan Peunayong, Kecamatan Kuta Raja—sekitar 10 menit jalan kaki dari Masjid Raya Baiturrahman. Kamar standar tanpa AC mulai Rp70 ribu per malam. Kamar AC di lantai dua Rp120 ribu.

Fasilitasnya standar: kamar mandi luar, kasur busa, dan kipas angin. Tapi lokasinya strategis—dekat dengan Pasar Aceh dan deretan rumah makan khas seperti Mie Razali. Tips: minta kamar di lantai dua karena lebih sepi dan sirkulasi udara lebih baik.

2. Losmen Mawar – Setui

Di Jalan Teuku Cik Ditiro, persis di belakang Kantor Gubernur Aceh, ada Losmen Mawar. Tempat ini favorit mahasiswa dan pekerja proyek yang butuh sewa bulanan. Harga per malam Rp60 ribu untuk kamar tanpa jendela, Rp90 ribu untuk kamar dengan ventilasi.

Kamar mandi dalam untuk tipe tertentu. Listrik 24 jam dan ada warung kopi 24 jam di samping losmen. Cocok untuk kamu yang datang larut malam dengan bus dari Medan. Dari sini, naik becak motor ke terminal atau bandara cuma Rp15-20 ribu.

3. Wisma Cut Nyak Dhien – Kuta Alam

Wisma ini dikelola oleh Yayasan Putroe Aceh dan sering dipakai peserta pelatihan pemerintah. Lokasi di Jalan Cut Nyak Dhien, Gampong Kuta Alam. Harga kamar Rp100 ribu per malam sudah termasuk sarapan nasi goreng atau roti dan teh.

Suasana asrama dengan kamar twin bed. Cocok untuk backpacker solo yang tidak keberatan berbagi kamar mandi. Keamanan 24 jam karena satu kompleks dengan kantor yayasan. Saya pernah menginap di sini tahun lalu—sarapannya lumayan mengenyangkan sebelum jalan ke Museum Tsunami.

4. Hotel Nabawi – Punge Blang Cut

Hotel ini sering muncul di aplikasi pemesanan online dengan rating 7,8. Lokasi di Jalan T. Nyak Arief, dekat simpang Lampriet. Harga kamar deluxe Rp150 ribu per malam untuk dua orang. Kamar mandi dalam, AC, dan TV.

Untuk ukuran hotel melati, kamarnya bersih dan wangi. Resepsionis ramah dan bisa minta alat shalat. Parkir motor gratis. Kelemahannya: agak jauh dari pusat kuliner—perlu naik ojek sekitar Rp10 ribu ke kawasan Peunayong.

5. Penginapan Tgk. Chik Ditiro – Lamgugob

Di Jalan Tgk. Chik Ditiro, Gampong Lamgugob, Kecamatan Syiah Kuala. Tempat ini lebih mirip rumah kos yang dikelola keluarga. Harga Rp50 ribu per malam—termurah di daftar ini. Kamar ukuran 3x3 meter, kasur lipat, dan kamar mandi luar bersama.

Suasana sangat lokal. Di pagi hari, kamu bisa dengar suara ayam dan azan dari masjid dekat. Cocok untuk backpacker yang benar-benar hemat dan ingin merasakan hidup seperti warga lokal. Tidak ada Wi-Fi, tapi jaringan 4G Indosat dan Telkomsel kuat di sini.

6. Hotel Wisata – Peunayong

Hotel Wisata di Jalan Panglima Nyak Makam, tepat di seberang terminal lama Peunayong. Harga kamar standar Rp130 ribu. Kamar mandi dalam, AC, dan ada kolam renang kecil yang bisa dipakai gratis. Kolamnya sederhana, tapi lumayan untuk melepas penat setelah perjalanan jauh.

Hotel ini sudah direnovasi tahun 2024. Kamar lantai dua lebih tenang. Resepsionis bisa membantu memesan tiket kapal cepat ke Sabang. Dari sini ke Pelabuhan Ulee Lheue naik becak motor sekitar 15 menit.

7. Losmen Pelangi – Keudah

Di Jalan Pelangi, Gampong Keudah, Kecamatan Kuta Raja. Losmen ini beroperasi sejak 1990-an. Harga Rp80 ribu per malam untuk kamar dengan kipas angin dan kamar mandi luar. Bangunan kayu tua dengan arsitektur kolonial Belanda yang masih terawat.

Suasananya vintage dan sejuk. Cocok untuk kamu yang suka fotografi arsitektur lama. Di sekitar losmen ada beberapa kafe dan toko oleh-oleh kopi Gayo. Lokasi strategis—5 menit jalan kaki ke Pelabuhan Ulee Lheue.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah hotel murah di Aceh menerima tamu non-muslim?
Ya. Banyak hotel dan losmen di Peunayong dan Kuta Alam menerima semua tamu tanpa diskriminasi. Namun, pengunjung diharapkan menghormati aturan daerah—tidak mengonsumsi minuman keras di tempat umum.

Berapa biaya menginap seminggu di Aceh?
Untuk losmen kelas Rp60-80 ribu per malam, biaya seminggu sekitar Rp420-560 ribu. Beberapa losmen seperti Losmen Mawar memberikan diskon 10-15% untuk sewa mingguan.

Apa area terbaik untuk backpacker di Banda Aceh?
Peunayong dan Kuta Alam. Keduanya dekat dengan pusat kuliner, Masjid Raya, dan terminal. Dari sini, akses ke Pelabuhan Ulee Lheue dan Bandara Sultan Iskandar Muda juga mudah.

Apakah ada hostel asrama (dormitory) di Aceh?
Belum banyak. Sebagian besar penginapan murah di Aceh masih berupa kamar pribadi. Wisma Cut Nyak Dhien adalah yang paling mendekati konsep asrama dengan kamar twin bed.

Bagaimana cara memesan hotel murah di Aceh tanpa aplikasi?
Datang langsung ke losmen di kawasan Peunayong. Banyak losmen tidak terdaftar di aplikasi. Cara ini juga memberi ruang untuk menawar harga, terutama jika menginap lebih dari 3 malam.

Hotel dan losmen di atas adalah pilihan terbukti untuk backpacker yang ingin menghemat biaya tanpa mengorbankan akses ke pusat kota. Pilih sesuai prioritas: murah mutlak di Penginapan Tgk. Chik Ditiro, atau kenyamanan standar di Hotel Nabawi. Untuk urusan kuliner dan transportasi, kawasan Peunayong tetap menjadi titik paling strategis di Banda Aceh.

Bagikan

Berita Terkini

Indeks