PIDIE JAYA — Lima program yang diajukan meliputi pembangunan jembatan, gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), jalan lingkungan, program ketahanan pangan, hingga pengelolaan sampah. Rencana ini telah dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Verifikasi Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (PRRP) pada 8 Juli 2026.
Anggaran Terbesar untuk Jembatan dan Jalan Lingkungan
Kepala DPMG Pidie Jaya, Saiful Rasyid, MPd, Kamis (9/7/2026), merinci alokasi dana untuk setiap program. Pembangunan jembatan di Gampong Juroeng Minjei mendapat alokasi tertinggi, yakni Rp710 juta. Sementara itu, pembangunan jalan lingkungan di Gampong Meunasah Raya dianggarkan Rp460 juta.
Dua unit gedung PAUD di Gampong Meuko Meugit dan Buangan masing-masing diusulkan senilai Rp360 juta. Program ketahanan pangan untuk Gampong Beurawang dan Babah Krueng dialokasikan Rp470 juta, dan pengelolaan sampah di Gampong Meunasah Balek sebesar Rp180 juta.
Bantuan Langsung ke Tujuh Gampong Terdampak Banjir
Seluruh bantuan difokuskan pada desa-desa yang mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir. Menurut Saiful, pemulihan akses jalan dan jembatan menjadi prioritas utama untuk menghidupkan kembali roda ekonomi warga. "Pembangunan jembatan di Gampong Juroeng Minjei diharapkan memulihkan akses transportasi yang sempat terputus," ujarnya.
Program ketahanan pangan di dua gampong lainnya dirancang untuk menjaga pasokan pangan warga pascabencana. Sedangkan pengelolaan sampah di Gampong Meunasah Balek bertujuan mencegah masalah lingkungan yang bisa memperparah dampak banjir di masa depan.
Verifikasi Tim Kemendes PDT Sudah Dilakukan
Saiful menambahkan, tim dari Direktorat Jenderal Pembangunan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT telah meninjau langsung lokasi-lokasi yang diusulkan. Proses verifikasi menjadi tahapan krusial sebelum pencairan anggaran direalisasikan. Pemerintah kabupaten berharap seluruh proposal bisa disetujui agar proses rehabilitasi berjalan cepat.
Bencana hidrometeorologi yang melanda Pidie Jaya beberapa waktu lalu merusak sejumlah infrastruktur vital di pedesaan. Dengan adanya usulan program ini, pemulihan layanan dasar seperti pendidikan anak usia dini dan akses jalan lingkungan diharapkan bisa segera terealisasi.