Pencarian

Dua Rektor Universitas di Aceh, UIN Ar-Raniry dan USK, Buka Dialog dengan Tokoh Masyarakat untuk Rumuskan Arah Pendidikan Daerah

Jumat, 24 Juli 2026 • 16:20:01 WIB
Dua Rektor Universitas di Aceh, UIN Ar-Raniry dan USK, Buka Dialog dengan Tokoh Masyarakat untuk Rumuskan Arah Pendidikan Daerah
Rektor UIN Ar-Raniry dan USK duduk bersama tokoh masyarakat dalam forum dialog di sebuah warung kopi di Banda Aceh.

BANDA ACEH — Warung Kopi Bang Pen di Banda Aceh menjadi saksi pertemuan yang tak biasa. Dua pimpinan perguruan tinggi negeri terbesar di Aceh, Rektor UIN Ar-Raniry dan Rektor USK, memilih duduk semeja dengan tokoh masyarakat untuk membicarakan masa depan pendidikan, bukan di ruang rapat formal, melainkan dalam suasana ngopi santai.

Apa yang Dibahas di Warung Kopi Itu?

Dialog tersebut menyentuh berbagai persoalan mendasar. Mulai dari cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Aceh, hingga ekspektasi warga terhadap peran kampus dalam pembangunan daerah. Masukan dari masyarakat ini akan dijadikan bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan dan langkah strategis kedua universitas ke depan.

Mengapa Rektor Memilih Dialog Langsung?

Prof. Dr. Mujiburrahman menegaskan bahwa komunikasi tatap muka menjadi cara paling efektif bagi perguruan tinggi untuk tetap membumi. Menurutnya, persoalan pendidikan tidak bisa dipahami hanya dari data statistik atau rapat internal kampus.

“Perguruan tinggi harus terus membuka ruang dialog dengan masyarakat. Masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam melihat persoalan pendidikan secara lebih dekat,” kata Mujiburrahman dalam kesempatan tersebut.

Tanggung Jawab Kampus di Mata Rektor USK

Senada dengan rekannya, Rektor USK Prof. Dr. Mirza Tabrani menilai forum seperti ini adalah wujud nyata pelaksanaan fungsi akademik dan pengabdian. Ia menyebut perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjalin komunikasi dengan publik.

Menurut Mirza, silaturahmi semacam ini bukan sekadar seremonial, melainkan sarana memperkuat kemitraan antara kampus dan warga. “Forum ini juga untuk mempererat ukhuwah dan memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan pendidikan di Aceh,” ujarnya.

Apa Dampaknya bagi Warga Aceh?

Pertemuan dua pimpinan universitas ini menjadi sinyal bahwa kampus tidak lagi bekerja dalam menara gading. Dengan menyerap langsung aspirasi dari tokoh masyarakat, kebijakan pendidikan yang dihasilkan diharapkan lebih relevan dengan kebutuhan riil warga Aceh, terutama dalam mencetak SDM unggul yang siap bersaing. Langkah selanjutnya, kedua rektor akan menindaklanjuti masukan tersebut dalam program kerja masing-masing institusi.

Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks