ACEH — Kesempatan menjajal langsung jajaran elektrifikasi Wuling di GIIAS 2026 membuka mata soal strategi pabrikan asal China ini. Mereka tidak cuma bicara jarak tempuh, tapi juga ekosistem pengisian daya. Dari sepuluh unit yang disiapkan untuk test drive di ICE BSD City, Tangerang, perhatian utama jelas tertuju pada Aira EV yang baru pertama kali dipamerkan ke publik tahun ini.
Kami mencoba varian Long Range yang diklaim mampu menempuh 301 kilometer berdasarkan standar CLTC. Untuk ukuran mobil sekelas city car, angka ini cukup realistis untuk pemakaian harian di dalam kota. Namun yang lebih menarik perhatian adalah klaim waktu pengisian daya cepat yang disebut hanya butuh sekitar 35 menit dalam kondisi tertentu.
Baterai Kecil, Fast Charging Tetap Ada: Ini yang Membuat Aira EV Berbeda
Wuling memasarkan Aira EV dalam dua pilihan baterai. Varian Standard Range mengusung kapasitas 16,2 kWh dengan jarak tempuh 205 kilometer, sementara Long Range naik ke 25,1 kWh untuk jarak 301 kilometer. Keduanya sudah mendukung DC Fast Charging, fitur yang jarang ditemukan di mobil listrik kompak dengan harga terjangkau.
Di kelas yang sama, banyak kompetitor masih mengandalkan pengisian AC lambat yang memakan waktu berjam-jam. Keberadaan fast charging di Aira EV menjadi nilai jual yang signifikan, terutama untuk pengguna yang tinggal di apartemen atau tidak punya akses charger rumahan.
Bukan Cuma Aira EV: Darion dan Eksion Punya Jagoan Masing-masing
Wuling juga menyediakan sesi uji coba untuk Darion dan Eksion. Darion EV menggunakan motor listrik 150 kW dengan baterai 69,2 kWh dan klaim jarak tempuh hingga 540 kilometer. Versi PHEV-nya mengusung sistem Ling Power Hybrid yang mampu melaju 125 kilometer murni listrik, dengan total jarak gabungan menembus 1.000 kilometer.
Eksion hadir sebagai SUV tujuh penumpang dengan opsi serupa. Varian EV-nya diklaim mampu menempuh 530 kilometer, sedangkan PHEV-nya memadukan mesin bensin 1.500 cc khusus hybrid dengan motor listrik. Kedua model ini sudah menggunakan konektor CCS2 untuk pengisian cepat, standar yang semakin umum di Indonesia.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menyerahkan Uang Puluhan Juta
Klaim jarak tempuh Wuling menggunakan standar CLTC (China Light-Duty Vehicle Test Cycle) yang dikenal lebih optimistis dibandingkan WLTP atau NEDC. Angka 301 kilometer untuk Aira EV Long Range kemungkinan akan turun signifikan di kondisi lalu lintas padat dengan AC menyala penuh. Pengguna perlu menghitung ulang kebutuhan harian sebelum memutuskan varian mana yang dibeli.
Selain itu, waktu pengisian 35 menit yang diklaim Wuling perlu diuji lebih lanjut. Kondisi suhu baterai, tingkat pengisian awal, dan jenis charger yang digunakan sangat memengaruhi durasi aktual. Kami juga belum bisa memverifikasi kualitas material interior dan kenyamanan berkendara dalam waktu lama karena sesi test drive yang singkat.
Brand Communication Senior Manager Wuling Motors Brian Gomgom mengatakan, program test drive ini bertujuan agar masyarakat mengenal karakter berkendara setiap model secara lebih menyeluruh. "Pengunjung juga berkesempatan mencoba produk terbaru kami, termasuk Aira ev, yang telah kami siapkan sehingga mereka dapat mengenal lebih dekat performa, kenyamanan, serta teknologi yang ditawarkan oleh masing-masing kendaraan," ujarnya dalam keterangan resmi.
Kesimpulan Awal: Menarik, Tapi Butuh Uji Jalan Lebih Lama
GIIAS 2026 menjadi ajang yang tepat untuk mencoba langsung sebelum memutuskan membeli mobil listrik. Wuling jelas serius membangun ekosistem elektrifikasi yang terjangkau, dengan Aira EV sebagai pintu masuk utama. Namun keputusan akhir tetap harus didasarkan pada test drive pribadi di kondisi jalan yang sesuai dengan pemakaian harian Anda.
Untuk mereka yang mencari mobil listrik kompak dengan fitur fast charging, Aira EV layak masuk daftar pendek. Sementara untuk keluarga besar, Eksion dengan tujuh kursi dan jarak tempuh gabungan lebih dari 1.000 kilometer bisa jadi pilihan yang lebih rasional. Yang jelas, jangan percaya begitu saja pada angka klaim pabrikan — uji sendiri sebelum mengeluarkan uang puluhan juta rupiah.