Pencarian

Ngabuburit di Banda Aceh: 5 Tempat Favorit untuk Menikmati Sore Ramadan

Kamis, 13 Agustus 2026 • 14:49:23 WIB
Ngabuburit di Banda Aceh: 5 Tempat Favorit untuk Menikmati Sore Ramadan
Ngabuburit di Banda Aceh: 5 Tempat Favorit untuk Menikmati Sore Ramadan

"Menjelang magrib, masyarakat Banda Aceh memiliki banyak pilihan untuk mengisi waktu ngabuburit, mulai dari masjid bersejarah hingga kawasan pantai yang menenangkan," ujar salah seorang pengamat pariwisata setempat. Ramadan membuat sejumlah ruang publik di ibu kota Provinsi Aceh itu semakin hidup, dengan warga yang memanfaatkan waktu setelah aktivitas harian untuk berkumpul bersama keluarga dan teman.

Setiap lokasi menawarkan karakter yang berbeda. Ada yang sarat nuansa religi, ada pula yang mengedepankan ruang terbuka hijau, taman bersejarah, atau panorama laut. Karena itu, ngabuburit di Banda Aceh tidak melulu soal berburu kuliner, tetapi juga bisa diisi dengan berjalan santai, menikmati pemandangan, mengenal sejarah, hingga mencari takjil di sekitar destinasi.

Berikut lima lokasi yang dapat menjadi daftar pilihan untuk menikmati sore sebelum waktu berbuka puasa.

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman adalah ikon paling kuat di Banda Aceh. Selain tempat ibadah, masjid ini menjadi simbol sejarah, agama, dan identitas masyarakat Aceh. Berdasarkan informasi pariwisata Aceh, masjid tersebut telah menjadi bagian penting dari sejarah kota sejak masa Kesultanan Aceh dan dikenal dengan arsitektur bergaya Mughal.

Menjelang berbuka, halaman luas dan lingkungan sekitar masjid menghadirkan suasana khas. Pengunjung dapat duduk santai, menikmati suasana, mengabadikan arsitektur, atau membeli makanan untuk berbuka dengan tetap menjaga ketertiban kawasan. Nuansa religius menjadi daya tarik utama; waktu ngabuburit bisa diisi dengan membaca Al-Qur'an, berzikir, atau mempersiapkan diri untuk salat magrib. Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, kunjungan ke sini sekaligus menjadi kesempatan mengenal salah satu landmark paling terkenal di kota ini.

2. Lapangan Blang Padang

Lapangan Blang Padang terletak di pusat Kota Banda Aceh dan dikenal sebagai ruang terbuka untuk berbagai aktivitas. Hamparan area luas cocok untuk berjalan santai, berolahraga ringan, duduk bersama keluarga, atau menikmati udara sore. Dinas pariwisata Aceh menyebut Blang Padang sebagai salah satu ruang publik yang populer, dengan lintasan jogging, fasilitas olahraga, area kuliner, dan wahana permainan. Tidak ada tiket masuk, meski pengunjung yang membawa kendaraan perlu memperhitungkan biaya parkir.

Saat Ramadan, suasana menjelang berbuka semakin ramai berkat aktivitas warga dan pedagang makanan. Berbagai jajanan dan minuman di sekitar kawasan bisa menjadi pilihan untuk menu berbuka. Selain itu, ada replika pesawat Seulawah RI 001 yang bernilai sejarah, berkaitan dengan perjuangan masyarakat Aceh pada masa awal kemerdekaan. Kombinasi ruang terbuka, kuliner, olahraga, dan sejarah menjadikan Blang Padang cocok bagi yang ingin menghabiskan sore tanpa biaya masuk.

3. Pantai Ulee Lheue

Pantai Ulee Lheue menjadi pilihan bagi pencinta suasana laut. Berlokasi di Gampong Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, kawasan ini dikenal sebagai salah satu tempat favorit warga untuk menikmati sore hingga malam. Daya tarik utamanya adalah pemandangan laut yang terbuka, dengan langit yang menghadirkan perubahan warna menarik saat matahari terbenam. Angin laut dan suasana tepian pantai menciptakan pengalaman berbeda dibandingkan ngabuburit di tengah kota.

Aktivitas yang bisa dilakukan sederhana saja: duduk menikmati pemandangan, berjalan, berbincang dengan keluarga, atau mencari jajanan dan minuman di sepanjang area pantai. Beberapa pilihan kuliner kaki lima juga tersedia. Pengunjung perlu memperhatikan waktu kedatangan, terutama saat akhir pekan atau Ramadan ketika kawasan ramai. Informasi pariwisata setempat menyarankan datang lebih awal atau selepas Asar untuk menghindari kepadatan.

4. Taman Putroe Phang

Taman Putroe Phang memadukan ruang hijau dengan wisata sejarah. Kawasan ini berkaitan erat dengan Gunongan, bangunan bersejarah yang berhubungan dengan Sultan Iskandar Muda dan Putri Pahang. Menurut informasi pariwisata Aceh, taman ini awalnya bagian dari kompleks taman kerajaan; Gunongan dibangun sebagai bentuk perhatian Sultan kepada permaisurinya yang merindukan kampung halaman. Karena itu, kawasan ini tidak hanya menarik dari sisi lingkungan, tetapi juga memberi gambaran kehidupan Kesultanan Aceh di masa lalu.

Pepohonan dan ruang terbuka di sekitar taman membuat suasana relatif cocok untuk bersantai. Bagi keluarga, ini adalah tempat yang nyaman untuk menghabiskan waktu dengan aktivitas ringan sebelum berbuka. Pengunjung juga dapat menikmati bangunan Gunongan sambil mempelajari kisah sejarahnya. Nilai visual taman ini juga menarik untuk fotografi, dengan perpaduan bangunan bersejarah, taman, dan suasana sore yang menghasilkan pengalaman ngabuburit berbeda dari lokasi kuliner atau pantai.

5. Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh menawarkan pengalaman yang berbeda. Jika sebagian lokasi ngabuburit menonjolkan suasana santai dan pemandangan, museum ini memberi kesempatan untuk mengenal sejarah bencana tsunami Aceh sekaligus pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana. Berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, museum ini dirancang sebagai pengingat simbolis gempa dan tsunami Samudra Hindia 2004. Fasilitasnya mencakup ruang pameran, taman, ruang audio visual, rooftop, mushala, kafe, ruang parkir, toilet, dan fasilitas pendukung lainnya.

Menghabiskan sore di kawasan museum bisa menjadi pilihan bagi yang ingin memasukkan unsur edukasi dalam agenda Ramadan. Koleksi dan desain ruang museum mengajak pengunjung memahami dampak tsunami serta perjalanan masyarakat Aceh setelah bencana. Museum ini juga aktif mengadakan kegiatan edukasi kebencanaan; pada 2026, misalnya, menyelenggarakan program peningkatan budaya siaga bencana dan pameran temporer. Ini menunjukkan museum bukan hanya tempat menyimpan memori sejarah, tetapi juga ruang edukasi yang terus berkembang.

Tips Menikmati Ngabuburit dengan Nyaman

Pemilihan lokasi sebaiknya disesuaikan dengan aktivitas yang diinginkan. Masjid Raya Baiturrahman cocok bagi yang ingin suasana religi, Blang Padang menawarkan ruang terbuka dan aktivitas masyarakat, Pantai Ulee Lheue bagi pencinta panorama laut, Taman Putroe Phang menghadirkan suasana hijau dengan sentuhan sejarah, dan Museum Tsunami Aceh untuk kegiatan edukatif.

Waktu kedatangan juga perlu diperhatikan. Pada Ramadan, sejumlah lokasi populer berpotensi lebih ramai menjelang magrib. Datang lebih awal memberi waktu cukup untuk mencari parkir, menikmati suasana, membeli takjil, dan berpindah ke lokasi berbuka tanpa terburu-buru. Kebersihan ruang publik juga penting; sampah makanan dan minuman sebaiknya dibuang pada tempatnya. Khusus kawasan masjid dan museum, pengunjung perlu menjaga ketenangan serta mengikuti aturan yang berlaku.

Untuk lokasi pantai, periksa kondisi cuaca sebelum berangkat. Sementara bagi destinasi seperti museum dan taman, cek jam operasional karena jadwal dapat berubah, terutama selama Ramadan atau hari libur. Banda Aceh memiliki banyak cara menikmati sore selama Ramadan; lima lokasi ini menunjukkan bahwa ngabuburit bisa dikemas dalam berbagai bentuk, mulai dari beribadah, menikmati ruang terbuka, menyaksikan matahari terbenam, mengenal sejarah, hingga mencari takjil bersama keluarga.

Dengan memilih lokasi sesuai kebutuhan dan menjaga kebersihan serta ketertiban, kegiatan menjelang berbuka dapat menjadi momen menyenangkan sekaligus bermakna. Dari suasana religius Masjid Raya Baiturrahman hingga panorama Pantai Ulee Lheue, setiap tempat ngabuburit di Banda Aceh menawarkan pengalaman yang berbeda untuk mengisi waktu Ramadan.

Follow pantauaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Terkini

Indeks