BANDA ACEH — Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Rapat Koordinasi Forkopimda dan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai kinerja pemda dari empat kategori utama, yakni pengelolaan sampah dan lingkungan melalui program ASRI, layanan kesehatan, akses penduduk terhadap layanan pendidikan, serta dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah pemerintah pusat.
Indikator Penilaian: dari Sarana Sekolah hingga Literasi Siswa
Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, menjelaskan bahwa penilaian untuk kategori pendidikan tidak hanya berfokus pada satu aspek. Ada empat indikator utama yang menjadi tolok ukur, yaitu penyediaan sarana dan prasarana belajar, pemenuhan tenaga pengajar, tingkat literasi dan numerasi siswa, serta sinergi pemerintah daerah dengan BUMN, BUMD, maupun sektor swasta.
Proses penilaian yang dilakukan terbilang ketat. Agus menuturkan, seluruh penilaian berbasis data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kementerian/lembaga terkait, dan Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD).
"Di dalamnya ada dukungan anggaran dari APBD. Kemudian juga ada peninjauan lapangan, paparan, dan sesi wawancara untuk pendalaman," kata Agus dalam keterangan yang dikutip dari Kompas.
Kata Wali Kota Illiza: Ini Motivasi, Bukan Sekadar Capaian
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak. Ia menyebut keberhasilan ini tidak lepas dari peran tenaga pendidik, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan.
"Penghargaan ini bukan sekadar capaian, tetapi menjadi motivasi bagi kita untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan. Pemerintah Kota Banda Aceh berkomitmen memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (13/8/2026).
Illiza menambahkan, hasil ini menjadi momentum bagi Pemko Banda Aceh untuk terus mengevaluasi dan memperkuat program serta inovasi pendidikan. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan peningkatan akses agar berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan.
"Yang paling penting bukan hanya bagaimana kita mendapatkan penghargaan, tetapi bagaimana capaian ini dapat terus kita pertahankan dan tingkatkan. Setiap anak di Banda Aceh harus memiliki kesempatan untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik," pungkasnya.
Harapan Kemendagri: Lahirkan Kompetisi Sehat Antar-Daerah
Agus Fatoni berharap apresiasi ini mampu mendorong kompetisi sehat antarpemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Peningkatan kinerja tersebut diharapkan berdampak langsung pada efektivitas, efisiensi, dan ketepatan sasaran program pemerintah di masing-masing daerah.