BANDA ACEH — Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, memastikan seluruh hewan kurban yang disalurkan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan dinyatakan prima oleh Rumah Potong Hewan (RPH) serta Dinas Peternakan setempat. Hal itu disampaikan Imsak pada Sabtu (30/5/2026).
Penyaluran 282 ekor hewan kurban di Aceh merupakan bagian dari program nasional BSI yang tahun ini menyiapkan total 24.053 ekor hewan kurban. Jumlah tersebut melonjak 57 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebanyak 15.272 ekor. Hewan kurban akan didistribusikan ke seluruh pelosok negeri, termasuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
Imsak menambahkan, momen Idul Adha tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan mendorong pemerataan manfaat ekonomi umat di daerah. “Melalui penyaluran hewan kurban ini, BSI Region Aceh ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan di wilayah Aceh,” ujarnya.
“Ini merupakan bagian dari komitmen BSI untuk terus hadir tidak hanya sebagai institusi keuangan syariah, tetapi juga sebagai sahabat sosial masyarakat,” kata Imsak.
Program kurban tahun ini didukung akselerasi transformasi digital melalui aplikasi BYOND by BSI dan kartu pembiayaan BSI Hasanah Card. Masyarakat dapat membeli hewan kurban lewat platform BYOND maupun menggunakan BSI Hasanah Card.
BSI juga berkolaborasi dengan 25 Lembaga Amil Zakat (LAZ) resmi untuk memperluas jangkauan distribusi. Kemudahan akses digital dan variasi harga hewan kurban yang inklusif—mulai dari Rp1,9 juta untuk kambing—menjadi faktor utama meningkatnya partisipasi masyarakat dalam berkurban melalui BSI. Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan ekosistem bisnis berkelanjutan Perseroan.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perbankan syariah harus mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan dampak sosial yang nyata. “Perbankan syariah hadir untuk membawa kemaslahatan yang lebih luas. Kinerja positif yang berhasil diraih BSI harus berbanding lurus dengan peningkatan volume ZISWAF, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung dalam meningkatkan kesejahteraan umat, salah satunya melalui pemerataan distribusi hewan kurban ini,” ungkap Anggoro.
Secara nasional, program kurban BSI melibatkan 37 peternak lokal, termasuk 19 UMKM dan desa binaan BSI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain itu, BSI menerapkan distribusi hewan kurban ramah lingkungan dengan menggunakan besek bambu sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan Perseroan. Daging kurban ditargetkan menjangkau lebih dari 600 ribu penerima manfaat yang terdiri dari masyarakat duafa, wilayah terdampak bencana, serta pesantren.