Kementan Bangun 82 Irigasi Pompanisasi di Bireuen, Target Aliri 2.460 Hektare Sawah Musim Gadu 2026

Penulis: Fajar  •  Senin, 01 Juni 2026 | 20:56:01 WIB
Pembangunan 82 irigasi pompanisasi di Bireuen ditargetkan mengairi 2.460 hektare sawah musim gadu 2026.

BIREUEN — Pembangunan 82 irigasi pompanisasi ini menjadi salah satu solusi atas krisis air yang mengancam pertanian di Bireuen. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Kadistanbun) Bireuen, Mulyadi, mengatakan proses tanam padi gadu tahun ini dimulai setelah Idul Adha. Ketersediaan air menjadi faktor krusial agar petani bisa menggarap sawahnya.

Irigasi Pante Lhong Rusak, 6.562 Hektare Sawah Terancam

Di tengah pembangunan Irpom, persoalan klasik masih membayangi. Bendung irigasi Pante Lhong Peusangan (Irigasi PP) di Gampong Beunyoet, Kecamatan Juli, rusak akibat banjir bandang. Kerusakan ini membuat suplai air ke 6.562 hektare sawah di enam kecamatan—Juli, Jeumpa, Kota Juang, Kuala, Peusangan, Jangka, dan sebagian Kutablang—terhenti total.

“Dilema saat ini, harga beli gabah naik bahkan di atas HET Rp 6.500. Petani sangat antusias menanam, tapi suplai air dari irigasi tidak ada karena bendung rusak,” ujar Mulyadi kepada Metro Aceh.

Sebaran 82 Irpom: Gandapura, Makmur, dan Kutablang Terbanyak

Dari total 82 unit Irpom yang dibangun, 32 unit di antaranya tersebar di tiga kecamatan. Gandapura mendapat 10 lokasi, Makmur 10 lokasi, dan Kutablang 12 lokasi. Sisanya tersebar di sejumlah kecamatan lain dengan jumlah bervariasi. Setiap unit Irpom memanfaatkan sumber air bawah tanah dan dikerjakan oleh kelompok tani di bawah pengawasan tim Kementan serta Distanbun Bireuen.

“Satu unit Irpom diharapkan bisa mengairi 30 hektare sawah. Apalagi saat awal tanam, sawah butuh banyak suplai air,” tambah Mulyadi.

Lumpur dan Bendung Rusak: Pekerjaan Rumah Petani Bireuen

Selain irigasi rusak, sawah yang tertimbun sedimen lumpur pascabanjir juga menjadi persoalan. Mulyadi menyebut perbaikan lahan ini membutuhkan peran aktif kelompok tani bersama petani. Distanbun Bireuen terus mengupayakan penanganan, termasuk mempercepat perbaikan bendung Pante Lhong agar aliran air bisa kembali normal.

Proyek 82 Irpom ini diharapkan menjadi jaring pengaman bagi petani yang lahannya tak terjangkau irigasi utama. Namun tanpa perbaikan bendung utama, produktivitas musim gadu 2026 di Bireuen masih di ujung tanduk.

Reporter: Fajar
Sumber: metroaceh.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top