Disdukcapil dan Kemenag Banda Aceh Luncurkan Layanan KTP dan KK Baru Langsung Usai Akad Nikah di Tiga Masjid

Penulis: Sutomo  •  Kamis, 04 Juni 2026 | 16:04:01 WIB
Disdukcapil dan Kemenag Banda Aceh luncurkan layanan dokumen kependudukan langsung usai akad nikah di tiga masjid.

BANDA ACEH — Proses administrasi kependudukan bagi warga yang baru menikah di Banda Aceh kini berubah drastis. Pemerintah kota, melalui Disdukcapil dan Kemenag, memastikan dokumen kependudukan dengan status perkawinan langsung terbit tanpa perlu antre di kantor dinas.

Layanan ini mulai berlaku bagi pasangan yang melangsungkan pernikahan di Masjid Raya Baiturrahman, Masjid Keuchik Leumik, dan Masjid Oman. Kepala Disdukcapil Kota Banda Aceh, Heru Triwijanarko, menyebut inovasi ini sebagai langkah memangkas birokrasi yang kerap membebani warga.

“Setelah akad nikah selesai, kami langsung memproses penerbitan KK dan KTP-el dengan status baru, yaitu status kawin,” kata Heru dalam keterangan yang diterima, Selasa (2/6/2026).

Dokumen Digital Dikirim ke WhatsApp Pengantin

Salah satu kemudahan yang ditawarkan adalah pengiriman dokumen. KK yang telah diterbitkan tidak perlu diambil secara fisik, melainkan dikirim dalam bentuk file digital ke nomor WhatsApp pasangan pengantin. Warga tinggal mencetaknya sendiri di rumah.

Heru menjelaskan, program yang dinamai inovasi Catatan Identitas Kependudukan Pasca Menikah pada Masjid Baiturrahman, Keuchik Leumik, dan Oman ini dirancang untuk mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat.

“Ini bagian dari semangat kami untuk menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Kita mulai dari tiga masjid besar terlebih dahulu, dan ke depan akan dikembangkan ke masjid-masjid lainnya di Banda Aceh,” ujarnya.

Sinkronisasi Data Lintas Instansi

Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, H. Salman, menyebut kerja sama ini sebagai terobosan penting. Menurutnya, integrasi data antara Disdukcapil dan Kemenag akan mempermudah pencatatan peristiwa pernikahan dan perubahan status warga.

“Kerja sama ini merupakan langkah nyata untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat,” kata Salman.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan tidak hanya memperkuat kualitas layanan Kementerian Agama, tetapi juga memperluas akses warga Banda Aceh terhadap pelayanan publik yang efisien. Rencananya, program serupa akan diperluas ke masjid-masjid lain di seluruh kota.

Reporter: Sutomo
Sumber: dialeksis.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top