BANDA ACEH — Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, meminta jajarannya bekerja keras memulihkan lahan pertanian dan perkebunan yang porak-poranda akibat bencana hidrometeorologi. Instruksi ini disampaikan setelah Kementerian Pertanian mengucurkan dana sebesar Rp2,5 triliun untuk pemulihan sektor tersebut.
“Saya berterima kasih kepada Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman), dan saya harap dimanfaatkan secara maksimal untuk pemulihan sawah dan kebun,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Senin (27/7/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima Mualem dari Plt Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia, bencana hidrometeorologi menghantam dua sektor utama. Untuk lahan sawah, dampaknya mencapai 57.485 hektare, dan saat ini optimasi baru dilakukan pada 40.852 hektare.
Sementara itu, luas lahan perkebunan yang terdampak lebih besar, mencapai 60.438 hektare. Dari angka tersebut, upaya pemulihan baru mencakup sekitar 40.418 hektare. Artinya, masih ada puluhan ribu hektare lahan yang harus segera ditangani.
Alokasi dana sebesar Rp2,5 triliun ini merupakan hasil usulan Pemerintah Aceh bersama pemerintah kabupaten dan kota. Anggaran tersebut akan digunakan untuk tiga program utama: pemulihan lahan, penyediaan alat pertanian, serta bantuan benih padi dan jagung.
Mualem menekankan pentingnya percepatan pemulihan karena sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Aceh. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menunjukkan, sekitar 38 hingga 41 persen penduduk yang bekerja di Aceh bergantung pada sektor ini.
“Sebab, penduduk Aceh sebagian besar bekerja sebagai petani dan berkebun,” kata Mualem.
Dalam laporan yang diterima Kamis (23/7/2026), Mualem meminta seluruh jajaran Distanbun di Aceh untuk bekerja keras dan membangun komunikasi dengan semua pihak terkait. “Gubernur berpesan agar Distanbun seluruh Aceh bekerja keras dan bangun komunikasi dengan semua pihak. Insya Allah, Allah akan mudahkan semua,” ujar Nurlis menyampaikan pesan Mualem.
Perhatian terhadap sektor ini juga disampaikan Mualem dalam acara Pengukuhan Pengurus DPW dan DPD PERHIPTANI Kabupaten/Kota se-Aceh Masa Bakti 2025–2030 di Saree, Aceh Besar, Sabtu (25/7/2026). Dalam sambutannya yang dibacakan Azanuddin Kurnia, Mualem menegaskan bahwa pemerintah Aceh menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan.
“Karena sektor pertanian menjadi penopang ketahanan pangan, penyedia lapangan kerja, sekaligus penggerak perekonomian masyarakat,” tutupnya.