BLANGKEJEREN — Ratusan siswa SMP Negeri Satu Atap (Satap) Kendawi di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di Meunasah Kampung Kendawi. Langkah darurat ini diambil setelah jembatan gantung yang menjadi satu-satunya akses menuju sekolah putus akibat banjir.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues, Salid, menjelaskan bahwa kondisi jembatan yang rusak membuat jalur menuju SMPN Satap Kendawi tidak dapat dilalui sama sekali. "Akses menuju SMPN Satap Kendawi saat ini belum memungkinkan untuk dilalui lantaran jembatan putus diterjang banjir," ujarnya, Kamis (30/7/2026).
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Dinas Pendidikan langsung menurunkan tim yang dipimpin Kabid Pendidikan Dasar, Ilyas Efendi, didampingi Kasi Kesiswaan, Sulaiman. Mereka menggelar pertemuan dengan kepala sekolah, dewan guru, dan warga Desa Kendawi pada Sabtu (25/7/2026) untuk mencari solusi.
Hasilnya, seluruh pihak menyepakati proses belajar mengajar dialihkan sementara ke Meunasah Kampung Kendawi. "Kami bersama-sama mencari solusi agar siswa bisa belajar seperti biasanya," kata Salid.
Kesepakatan ini bersifat sementara. Aktivitas belajar mengajar di gedung sekolah akan kembali normal begitu akses Jembatan Gantung Kendawi rampung dikerjakan. "Anak-anak dan dewan guru akan kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar di gedung sekolah seperti biasa setelah akses jembatan selesai dikerjakan," tegas Salid.
Saat ini, personel TNI bersama pemerintah daerah terus mengebut pengerjaan jembatan tersebut agar dapat segera difungsikan kembali.
Dinas Pendidikan Kabupaten Gayo Lues menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Kendawi, atas dukungan dan kerja samanya. "Mereka telah memastikan kelangsungan pendidikan anak-anak tetap berjalan," ujar Salid.
Dinas berkomitmen untuk terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak terkait hingga proses belajar mengajar di SMPN Satap Kendawi dapat kembali normal.