JANTHO — Lahan pertanian seluas lima hektare di Gampong Capeung Baroh, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, kembali mendapat pasokan air melalui skema pompanisasi darurat. Fasilitas pompa pinjam pakai dari BWS Sumatera I itu dialirkan untuk menjaga irigasi sawah petani yang mulai mengering akibat kemarau.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, Imam Munandar, STP, menyebut bantuan ini merupakan langkah cepat pemerintah daerah untuk mencegah gagal panen. Air dipompa dari sumber yang masih tersedia agar tanaman padi tetap tumbuh hingga masa panen.
BWS Sumatera I, di bawah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, menyediakan 20 unit mesin pompa melalui skema pinjam pakai. Hingga kini, enam unit telah tiba di lokasi dan sisanya akan menyusul secara bertahap.
Distribusi dilakukan berdasarkan skala prioritas di lapangan. Kawasan yang paling kritis mendapat jatah pertama, sementara wilayah lain menunggu giliran sesuai hasil pemantauan petugas.
Junaidi (45), petani Gampong Capeung Baroh, mengaku keberadaan pompa sangat membantu di tengah kemarau. Ia berharap pasokan air bisa bertahan hingga padi siap dipanen.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan BWS Sumatera I atas bantuan pompa ini. Semoga sawah kami tetap mendapatkan air sehingga hasil panen nanti bisa berjalan dengan baik," ujar Junaidi.
Imam menambahkan, sesuai arahan Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, pemerintah daerah akan terus memantau kondisi lahan pertanian yang terdampak kemarau. Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan riil di lapangan.
"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan kekeringan dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran. Harapannya, petani tetap dapat berproduksi dan terhindar dari risiko gagal panen," katanya.
Sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat disebut menjadi kunci menjaga ketahanan pangan di Aceh Besar. Imam mengapresiasi dukungan BWS Sumatera I yang merespons cepat kebutuhan darurat petani di wilayahnya.