BIREUEN — Sebanyak 4.697 kepala keluarga penyintas banjir di Kabupaten Bireuen resmi dinyatakan lulus verifikasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan berhak menerima bantuan. Angka ini menyusut dari 6.000 kepala keluarga yang sebelumnya lolos verifikasi awal oleh relawan di tingkat lokal.
Juru Bicara Pemerintah Kabupaten Bireuen, Muhajir Juli, mengungkapkan bahwa 1.313 kepala keluarga gugur karena datanya tidak sesuai dengan catatan kependudukan dan catatan sipil. Ditambah 703 kepala keluarga yang masuk kategori relokasi, total 1.788 kepala keluarga datanya telah dikirim ulang ke BNPB untuk proses lanjutan.
"Bupati Bireuen H. Mukhlis, S.T. telah memberikan penjelasan terperinci kepada Wapres perihal penyaluran bantuan untuk penyintas banjir di Bireuen," kata Muhajir dalam keterangan persnya, Jumat (7/8/2026).
Untuk sektor perumahan, dari 3.626 kepala keluarga yang diusulkan, BNPB telah menerima dan membuatkan rekening bagi 2.646 kepala keluarga. Realisasi penyaluran Dana Stimulan Perumahan telah mencapai 2.422 kepala keluarga hingga saat ini.
Sisa 544 kepala keluarga lainnya masih menunggu proses setelah datanya dikembalikan ke BNPB untuk verifikasi ulang. Adapun rincian kerusakan rumah mencakup 2.954 unit rusak ringan, 1.393 unit rusak sedang, dan 340 unit rusak berat.
Dana stimulan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp44,31 miliar telah ditransfer penuh untuk 2.954 unit dengan nilai Rp15 juta per kepala keluarga. Namun, realisasi pencairan di lapangan baru mencapai 1.460 unit.
Hal serupa terjadi pada kategori rusak sedang. Dana Rp41,79 miliar untuk 1.393 penerima dengan nilai Rp30 juta per kepala keluarga sudah ditransfer seluruhnya, tetapi pencairan baru terealisasi 552 unit.
Untuk rumah rusak berat dan relokasi, Pemkab Bireuen mencatat 408 unit sedang atau telah dibangun. Pembangunan melibatkan kontraktor Ghufarindo sebanyak 264 unit, kontraktor Riksa 31 unit rumah relokasi di Dusun Bivak Desa Krueng Simpo, DT Peduli 45 unit di Desa Alue Kuta, PT Takabeya Perkasa Group tujuh unit melalui CSR, serta PT Blang Keutumba 61 unit dengan 12 unit di antaranya telah selesai.
Dinas Sosial Kabupaten Bireuen melaporkan sebanyak 4.859 kepala keluarga telah menerima bantuan stimulan perekonomian, jatah hidup, dan dana perabotan pada tahap pertama. Masih ada 84 kepala keluarga yang sedang dalam proses penyelesaian administrasi.
Sebanyak 703 kepala keluarga relokasi masih menunggu proses dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sementara itu, 45 ahli waris telah menerima santunan kematian pada tahap pertama dan 13 ahli waris pada tahap kedua. Sebanyak 19 korban luka berat juga telah menerima santunan.
Menanggapi masih adanya warga yang belum menerima haknya, Pemkab Bireuen mengutus Plt Kepala Dinas Sosial, Alfian, menemui Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam Kementerian Sosial, Masryani Mansyur, pada 17 Juni 2026. Langkah ini ditempuh untuk mengoordinasikan percepatan penyaluran bantuan yang masih berproses.
Muhajir menambahkan, untuk verifikasi tahap kedua, jumlah awal data mencapai sekitar 26 ribu. Setelah dilakukan pemadanan dengan data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, proses verifikasi masih berjalan.
Pemkab Bireuen mengapresiasi kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang turut meninjau pembangunan Jembatan Krueng Tingkeum di Kecamatan Kutablang serta revitalisasi UPTD SD Negeri 7 Jangka. Aduan warga yang diterima Wapres dinilai menjadi bahan evaluasi penting untuk memastikan tidak ada penyintas yang terlewat.