Aceh Tamiang — Geliat ekonomi lokal yang sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi kini menunjukkan pemulihan nyata. Sejumlah pedagang mulai kembali normal berjualan di Pasar Kuala Simpang, pasar daging terbesar di wilayah tersebut yang terdampak cukup parah saat banjir melanda.
Pedagang Ikan: Pasar Berangsur Normal Setelah Dibersihkan
Herman, pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, mengaku baru kembali berjualan sekitar satu setengah bulan lalu setelah tempat usahanya dibersihkan oleh aparat pemerintah. "Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal," katanya saat ditemui Rabu (29/4).
Pasokan ikan dari berbagai daerah sudah tersedia kembali. "Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara, dari Medan ada," ujar Herman. Meski demikian, ia mendesak pemerintah untuk segera melakukan rehabilitasi bangunan pasar, terutama bagian atap yang rusak akibat banjir. "Kalau hujan, sudah jelas kami kena hujan," katanya.
Pada fase awal pemulihan, daya beli masyarakat sempat menurun drastis, membuat dagangan kurang laku. Namun kondisi tersebut membaik dalam beberapa waktu terakhir seiring meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat secara umum.
Petani Lokal Pulih, Pasokan Sayuran Mulai Tersedia
Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang, baru kembali berjualan sekitar dua bulan terakhir. Ia menjual sayuran dari petani di desanya, Bandar Pusaka, yang sebelumnya juga mengalami kerusakan lahan parah akibat banjir.
Kendati kini pasokan masih terbatas, kondisi perlahan membaik. Toko-toko pakaian, pedagang buah, dan penjual sembako mulai kembali beroperasi, menciptakan suasana pasar yang semakin mendekati normalitas. Kehadiran warga di pasar juga meningkat signifikan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
196 Pasar Rakyat di Tiga Provinsi Kembali Fungsional
Data Satgas Pemulihan, Rekonstruksi, dan Rehabilitasi (PRR) hingga 27 April mencatat peningkatan yang nyata dalam pemulihan infrastruktur perdagangan. Sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak sudah beroperasi secara fungsional.
Rincian data menunjukkan 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatra Utara, dan 26 pasar di Sumatra Barat telah kembali melayani aktivitas transaksi ekonomi masyarakat. Angka ini mengindikasikan kecepatan pemulihan ekonomi lokal yang masif di kawasan yang terdampak bencana.
Sinyal Positif untuk Ekonomi Daerah
Pemulihan pasar rakyat menjadi indikator penting karena lembaga ini adalah jantung perputaran ekonomi masyarakat kelas bawah dan menengah. Kembali berfungsinya pasar berarti tersedianya lapangan kerja bagi pedagang, perbaikan daya beli masyarakat, dan aliran distribusi barang yang sehat.
Meski masih ada pekerjaan rumah seperti rehabilitasi infrastruktur pasar yang rusak, momentum pemulihan ekonomi Aceh Tamiang menunjukkan resiliensi komunitas lokal dalam menghadapi bencana. Tren positif yang dialami pedagang dalam minggu-minggu terakhir menjadi harapan baru bagi stabilisasi ekonomi daerah di bulan-bulan mendatang.