Pencarian

Pemprov Aceh Prioritaskan Pemulihan Bencana di Tengah Tekanan Fiskal, Mualem Rangkul Para Ulama

Minggu, 10 Mei 2026 • 13:45:57 WIB
Pemprov Aceh Prioritaskan Pemulihan Bencana di Tengah Tekanan Fiskal, Mualem Rangkul Para Ulama
Gubernur Aceh Muzakir Manaf menggelar pertemuan dengan ulama di Anjong Mon Mata untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi tekanan fiskal.

BANDA ACEH — Pemerintah Provinsi Aceh kini tengah berjuang menghadapi tantangan fiskal serius yang berdampak pada percepatan pembangunan di berbagai sektor. Di tengah keterbatasan anggaran tersebut, Gubernur Aceh Muzakir Manaf melakukan langkah strategis dengan merangkul para ulama untuk memperkuat stabilitas sosial dan dukungan moral bagi kebijakan pemerintah.

Pertemuan yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh ini mengangkat tema “Merajut Ukhuwah, Menguatkan Sinergi Ulama dan Umara untuk Aceh yang Islami”. Dalam forum tersebut, pria yang akrab disapa Mualem ini memaparkan realitas pahit mengenai kondisi kas daerah yang sedang tertekan.

Prioritas Anggaran untuk Pemulihan Pasca Bencana

Mualem menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Aceh harus jeli dalam menyusun skala prioritas. Salah satu fokus utama yang tidak bisa ditunda adalah penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Serambi Mekkah baru-baru ini.

“Meskipun situasi keuangan daerah sangat terbatas, ditambah tanggung jawab pemulihan pasca bencana yang harus diprioritaskan, saya tetap semangat karena yakin ada doa dan dukungan para ulama,” ujar Mualem di hadapan para tokoh masyarakat.

Menurutnya, tekanan fiskal ini bukan hanya fenomena lokal, melainkan persoalan yang juga dialami oleh hampir seluruh provinsi di Indonesia. Namun, bagi Aceh, kondisi ini terasa lebih berat karena bertepatan dengan kebutuhan besar untuk memulihkan infrastruktur dan ekonomi warga yang terdampak bencana.

Menuntaskan Polemik Jaminan Kesehatan Aceh (JKA)

Selain persoalan bencana, Gubernur juga menyoroti sejumlah masalah krusial lainnya, termasuk dinamika pelaksanaan Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Program kesehatan gratis yang menjadi andalan warga Aceh tersebut kini sedang berada dalam pusaran evaluasi agar tetap bisa berjalan efektif di tengah keterbatasan dana.

Mualem berharap para ulama dapat mengambil peran sebagai penyejuk di tengah masyarakat sekaligus memberikan masukan konkret bagi pemerintah daerah. Sinergi ini dianggap kunci agar program pelayanan publik tetap berjalan optimal meski anggaran sedang cekak.

“Sinergi ulama dan umara sangat penting agar berbagai persoalan yang dihadapi Aceh bisa diselesaikan bersama,” katanya menegaskan.

Dukungan Tokoh dan Penguatan Ukhuwah

Silaturahmi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh sentral Aceh, di antaranya Mawardi Wali, Sofyan Mahdi, Daud Hasbi, hingga Muzakkir Abdullah. Hadir pula unsur Forkopimda Aceh serta pimpinan lembaga perbankan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Acara ditutup dengan tausiah dari Abuya Mawardi Wali. Dalam pesannya, Abuya menekankan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah sebagai modal sosial utama bagi masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan dan ekonomi di masa depan.

Bagikan
Sumber: masakini.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks