LHOKSEUMAWE — Ratusan calon jemaah haji Kota Lhokseumawe mengikuti rangkaian doa dan tabur tepung dalam prosesi peusijuek yang berlangsung khidmat. Acara ini menjadi penanda bahwa mereka siap berangkat ke Tanah Suci pada pekan depan.
Para jemaah tergabung dalam Kloter 11 Gelombang II bersama calon haji dari Aceh Utara dan beberapa daerah lain di Provinsi Aceh. Mereka dijadwalkan bergerak menuju Banda Aceh pada 15 Mei 2026, lalu terbang ke Jeddah, Arab Saudi, sehari setelahnya.
Peusijuek: Doa dan Dukungan dari Forkopimda
Prosesi diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Kepala Dinas Syariat Islam Kota Lhokseumawe, Supri, melaporkan data jemaah di hadapan para undangan. Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, Wakil Wali Kota Husaini, Sekretaris Daerah A. Haris, serta unsur Forkopimda dan tokoh agama turut hadir.
Kehadiran Kapolres Ahzan dalam tradisi adat ini dinilai sebagai sinyal positif sinergi antara aparat dan masyarakat. “Kami turut mendoakan seluruh jamaah calon haji agar diberikan kesehatan, kemudahan, serta keselamatan selama berada di Tanah Suci dan kembali sebagai haji yang mabrur,” ujar Ahzan dalam sambutannya.
Rangkaian Ibadah dan Persiapan Akhir
Kapolres menegaskan bahwa doa dari institusi Polri menyertai perjalanan ibadah para jemaah. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah mulai dari wukuf di Arafah hingga thawaf dapat dijalani dengan lancar.
Pantauan di lokasi, para calon jemaah tampak antusias mengikuti prosesi. Peusijuek sendiri merupakan tradisi turun-temurun di Aceh sebagai simbol restu dan doa dari keluarga serta masyarakat sebelum seseorang berangkat menempuh perjalanan jauh.
Dengan keberangkatan yang tinggal menghitung hari, para jemaah diimbau menjaga kondisi fisik dan melengkapi dokumen perjalanan. Pemerintah Kota Lhokseumawe memastikan seluruh logistik dan akomodasi jemaah telah disiapkan.