Pencarian

Bupati Aceh Utara Letakkan Batu Pertama Masjid Babul Falah, Bangunan 50 Tahun Bergeser Arah Kiblat

Rabu, 13 Mei 2026 • 18:04:01 WIB
Bupati Aceh Utara Letakkan Batu Pertama Masjid Babul Falah, Bangunan 50 Tahun Bergeser Arah Kiblat
Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Babul Falah di Kecamatan Kuta Makmur.

ACEH UTARA — Proyek pembangunan kembali Masjid Babul Falah di Gampong Blang Riek, Kecamatan Kuta Makmur, resmi dimulai Rabu (13/5/2026) menjelang siang. Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil melakukan peletakan batu pertama dalam prosesi yang dihadiri jajaran Forkopimcam, tokoh agama, dan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Kuta Makmur (HIMAKMUR).

Bangunan lama masjid yang berdiri sejak 1975 itu dinilai sudah rentan. Imum Syik Masjid Babul Falah, Teungku Haji Nashiruddin atau akrab disapa Waled Blang Riek, mengungkapkan masjid telah mengalami empat kali rekonstruksi—dari kayu pohon kelapa, papan alakadar, semi permanen beton, hingga permanen seperti sekarang. “Kondisi bangunan saat ini cukup rentan karena faktor usia dan dampak gempa yang menyebabkan sejumlah bagian mengalami keretakan,” ujarnya.

Pergeseran Kiblat Jadi Dasar Pembangunan Ulang

Keputusan membangun ulang tidak hanya karena faktor fisik bangunan. Ketua Panitia Pembangunan sekaligus Geuchik Blang Riek, Muhammad Rizal, menyebut tim ahli dari Kemenag Aceh Utara dan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melakukan pengukuran arah kiblat pada 11 Mei 2026. Hasilnya, ditemukan pergeseran arah kiblat pada bangunan lama.

“Temuan ini menjadi salah satu dasar penting agar pembangunan masjid baru tidak hanya lebih megah secara fisik, tetapi juga lebih akurat secara syariat,” kata Rizal. Pembangunan baru akan mengikuti perhitungan ilmu falak yang lebih presisi.

Anggaran Rp10,5 Miliar, Swadaya Baru Terkumpul Rp200 Juta

Masjid eksisting saat ini memiliki luas 20 x 20 meter dengan kapasitas 300 jamaah. Dalam desain baru, luas bangunan diperluas menjadi 24 x 24 meter sehingga mampu menampung 400 hingga 450 jamaah. Total anggaran berdasarkan perhitungan CV Syifa Engineering Consultant mencapai Rp10,5 miliar.

Untuk tahap awal, panitia mengandalkan dana swadaya masyarakat yang baru terkumpul sekitar Rp200 juta. Rizal berharap dukungan dari pemerintah, dermawan, dan berbagai pihak agar pembangunan berjalan lancar. “Kami berharap pembangunan ini menjadi amal jariyah bersama,” ujarnya.

Pembangunan Bertahap, Jamaah Tetap Bisa Ibadah

Panitia memastikan proses konstruksi tidak mengganggu aktivitas ibadah harian. Pembangunan dimulai dari bagian luar bangunan lama sehingga jamaah masih bisa salat dan mengikuti kegiatan keagamaan seperti biasa. Setelah struktur luar rampung, pembangunan dilanjutkan ke bagian dalam.

Bangunan lama diperkirakan masih bisa difungsikan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan sambil menunggu penyelesaian total masjid baru. “Pembangunan Masjid Babul Falah diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur keagamaan, tetapi juga pusat ibadah, pendidikan Islam, dan penguatan ukhuwah masyarakat bagi generasi mendatang,” pungkas Rizal yang menjabat Geuchik Blang Riek dua periode.

Sebelumnya, Masjid Babul Falah merupakan masjid kemukiman yang membawahi sepuluh gampong. Seiring pemekaran, sebagian besar desa kini telah memiliki masjid sendiri, dan dua desa—Ie Tarek 1 dan 2—masuk wilayah Kecamatan Simpang Kramat.

Bagikan
Sumber: koalisi.co

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks