BIREUEN — Bupati Bireuen, Ir. H Mukhlis, ST, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian masyarakat muslim Eropa yang disalurkan melalui Hasene International. Lembaga yang berafiliasi dengan Islamic Community National Vision (IGMG) Jerman itu menyalurkan total 150 ekor sapi kurban di beberapa titik di Aceh selama tiga hari. Untuk Kabupaten Bireuen, alokasi awal 30 ekor ditambah 5 ekor sapi tambahan sehingga total 35 ekor.
1.400 Paket Daging Kurban untuk Warga Peusangan Siblah Krueng
Penyembelihan dipusatkan di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng dengan melibatkan Kafalah Indonesia sebagai mitra nasional dan Rumah Zakat sebagai pelaksana lokal. Hasil sembelihan diolah menjadi 1.400 paket daging kurban yang didistribusikan langsung ke masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, rombongan Hasene bersama Pemkab Bireuen menggelar pertemuan khusus dan menyalurkan santunan kepada 83 anak yatim yang selama ini menjadi anak asuh donasi Hasene di Bireuen.
Bupati Minta Bantuan Bangun Rumah dan Perbaiki Irigasi Pascabanjir
Di sela-sela audiensi formal, Bupati Mukhlis mengajukan permohonan strategis terkait percepatan pemulihan wilayah pascabanjir akhir tahun lalu. Pemkab Bireuen berharap Hasene memperluas kerja sama ke ranah rehabilitasi dan rekonstruksi jangka panjang.
“Infrastruktur fasilitas publik (pembangunan jalan dan jembatan). Normalisasi lahan produktif masyarakat serta perbaikan sistem irigasi. Pembangunan kembali sarana ibadah (masjid) dan prasarana sekolah yang rusak,” harap Bupati Mukhlis.
Permintaan itu mencakup pembangunan perumahan permanen bagi korban banjir, perbaikan fasilitas publik, serta normalisasi lahan produktif dan sistem irigasi yang rusak akibat bencana.
Dewan Komite Hasene di Jerman Akan Kaji Usulan Bireuen
Pihak Hasene International menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Lembaga itu menyatakan akan membawa usulan program infrastruktur dan rehabilitasi pascabencana ini ke tingkat Dewan Komite Hasene di Jerman untuk dipertimbangkan lebih lanjut.
Hasene berharap dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat muslim di Aceh, khususnya di Bireuen. Kehadiran lembaga ini menjadi bentuk solidaritas muslim dunia bagi wilayah yang sempat terdampak banjir pada akhir tahun 2025 lalu.