ACEH — Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita IKN tidak bisa bekerja sendiri. Butuh dukungan lintas sektor, termasuk dari dunia akademik, untuk mewujudkan Ibu Kota Nusantara sebagai pusat pertumbuhan baru di Indonesia. Sekretaris Otorita IKN Bimo Adi Nursanthyasto menegaskan, perguruan tinggi memegang peran kunci dalam menyiapkan talenta masa depan dan menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.
Empat Kampus Digandeng, Fokus pada SDM Lokal dan Inovasi
Kolaborasi ini melibatkan empat universitas: Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Ruang lingkup kerja sama mencakup pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pemanfaatan IKN sebagai laboratorium hidup.
"IKN dapat menjadi tempat belajar yang nyata bagi mahasiswa sekaligus ruang kolaborasi dalam pengembangan berbagai solusi pembangunan," ujar Bimo di Sepaku, Penajam Paser Utara, Rabu.
Yang menarik, Otorita IKN tidak hanya fokus pada pembangunan fisik. Mereka juga ingin warga sekitar menjadi bagian dari transformasi ini. Penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal menjadi prioritas bersama para mitra, termasuk perguruan tinggi.
UNS dan ULM: Dari Riset hingga Peradaban Bangsa
Rektor UNS Hartono menyebut langkah ini sebagai strategi memperkuat kontribusi akademik dalam pembangunan nasional. Sementara itu, Rektor ULM Ahmad menambahkan, kolaborasi ini bertujuan memberikan kontribusi terbaik bagi IKN sebagai pusat peradaban bangsa di masa depan.
Kerja sama ini juga menjadi implementasi dari Peraturan Kepala Otorita IKN Nomor 4 Tahun 2026 tentang Peta Jalan Pendidikan Ibu Kota Nusantara 2025-2045. Regulasi itu mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan daya saing nasional serta mendukung transformasi ekonomi Indonesia.
Menyiapkan Tenaga Kerja Lokal untuk IKN
Salah satu dampak yang diharapkan dari kerja sama ini adalah terserapnya tenaga kerja lokal di kawasan IKN. Otorita IKN menyadari, pembangunan dan operasional ibu kota baru akan membuka banyak lapangan kerja. Tanpa persiapan SDM yang matang, warga sekitar bisa tertinggal.
"Otorita IKN juga ingin warga sekitar menjadi bagian dari transformasi IKN, penguatan kapasitas SDM lokal jadi fokus bersama berbagai mitra, termasuk perguruan tinggi," tambah Bimo.
Dengan adanya kolaborasi ini, mahasiswa dari keempat universitas diharapkan bisa turun langsung ke lapangan. Fakultas teknik dan bidang ilmu lainnya akan terlibat dalam proyek nyata pembangunan IKN. Bukan sekadar teori di kelas, tapi aksi konkret membangun ibu kota baru.